Sabtu, 24 Oktober 2026
14:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Konjektur Collatz

Bagikan:
Masalah yang belum terpecahkan dalam matematika
Apakah pada akhirnya barisan Collatz akan berhenti di 1 untuk semua nilai awal bilangan bulat positif?
120px-Collatz-graph-50-no27.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dalam peta Collatz, digraf berikut menunjukkan orbit dari bilangan kecil yang melewati bilangan genap. Konjektur Collatz mengatakan bahwa semua lintasan akan berhenti di 1.

Konjektur Collatz adalah salah satu masalah yang belum terpecahkan yang terkenal dalam matematika, yang menanyakan apakah hasil akhir perhitungan dari dua operasi aritmetika akan berhenti di 1 untuk setiap bilangan bulat positif. Konjektur ini melibatkan barisan bilangan bulat, dengan tiap-tiap suku didapatkan dari suku sebelumnya. Dengan kata lain, jika suku sebelumnya genap, maka suku selanjutnya adalah setengah suku sebelumnya, dan jika suku sebelumnya ganjil, maka suku selanjutnya sama dengan 3 dikali suku sebelumnya, yang kemudian ditambah 1. Akan tetapi, hasil perhitungan untuk barisan tersebut dalam konjektur Collatz, bilangan bulat positif manapun yang ingin dipilih pada awalnya, akan selalu berhenti di 1.

Konjektur ini dinamai dari seorang matematikawan bernama Lothar Collatz, yang memperkenalkan gagasan ini pada tahun 1937.[1] Konjektur ini juga dikenal dengan sebutan masalah 3n + 1, konjektur Ulam (dinamai dari Stanislaw Ulam), masalah Kakutani (dinamai dari Shizuo Kakutani), konjektur Thwaites (dinamai dari Sir Bryan Thwaites), algoritma Hasse (dinamai dari Helmut Hasse), atau masalah Syracuse.[2][3]

Pernyataan

Misalkan n {\displaystyle n} {\displaystyle n} menyatakan sebarang bilangan bulat positif. Jika n {\displaystyle n} {\displaystyle n} adalah genap, maka n {\displaystyle n} {\displaystyle n} dibagi dengan dua, dan jika n {\displaystyle n} {\displaystyle n} adalah ganjil, maka kalikan n {\displaystyle n} {\displaystyle n} dengan tiga dan tambahkan satu. Pernyataan ini dapat ditulis dengan menggunakan notasi aritmetika modular, dengan memisalkan f {\displaystyle f} {\displaystyle f} adalah suatu fungsi yang didefinisikan sebagai f ( n ) = { n 2 jika  n ≡ 0 ( mod 2 ) 3 n + 1 jika  n ≡ 1 ( mod 2 ) . {\displaystyle f(n)={\begin{cases}{\frac {n}{2}}&{\text{jika }}n\equiv 0{\pmod {2}}\\[4px]3n+1&{\text{jika }}n\equiv 1{\pmod {2}}.\end{cases}}} {\displaystyle f(n)={\begin{cases}{\frac {n}{2}}&{\text{jika }}n\equiv 0{\pmod {2}}\\[4px]3n+1&{\text{jika }}n\equiv 1{\pmod {2}}.\end{cases}}}

Agar membentuk suatu barisan, operasi-operasi tersebut dihitung secara berulang, dimulai dari setiap bilangan bulat positif, dan kemudian masukkan hasil tersebut ke langkah selanjutnya. Sebagai contoh, misalkan n = 10 {\displaystyle n=10} {\displaystyle n=10}, maka didapati hasil perhitungan tersebut yang ditulis sebagai barisan berikut: 10, 5, 16, 8, 4, 2, 1, 4, 2, 1 .... Contoh lainnya, misalkan n = 7 {\displaystyle n=7} {\displaystyle n=7}, maka didapati hasil perhitungan tersebut yang ditulis sebagai barisan berikut: 7, 22, 11, 34, 17, 52, 26, 13, 40, 20, 10, 5, 16, 8, 4, 2, 1, 4, 2, 1 ....

Referensi

  1. ↑ O'Connor, J.J.; Robertson, E.F. (2006). "Lothar Collatz". St Andrews University School of Mathematics and Statistics, Scotland.
  2. ↑ Maddux, Cleborne D.; Johnson, D. Lamont (1997). Logo: A Retrospective. New York: Haworth Press. hlm. 160. ISBN 0-7890-0374-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    The problem is also known by several other names, including: Ulam's conjecture, the Hailstone problem, the Syracuse problem, Kakutani's problem, Hasse's algorithm, and the Collatz problem.
    Terjemahan:
    Masalah ini dikenal juga berdasarkan nama [matematikawan] lainnya, seperti: konjektur Ulam, masalah Hailstone, masalah Syracuse, masalah Kakutani, algoritma Hasse, dan masalah Collatz.
  3. ↑ Menurut Templat:Named ref hlm. 4, nama konjektur "masalah Syracuse", diusul oleh Hasse di tahun 1950-an, saat berkunjung ke Universitas Syracuse.


Ikon rintisan

Artikel bertopik teori bilangan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan