Sabtu, 03 Oktober 2026
11:22 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Konidium

Konidium

Bagikan:
250px-Conidium.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konidia pada konidiofor

Konidium (jamak konidia), kadang-kadang disebut sebagai klamidospora aseksual atau klamidokonidium (jamak klamidokonidia),[1] adalah spora fungi non motil dan aseksual.[2] Nama konidium berasal dari kata Yunani untuk debu, κόνις kónis.[3] Konidia juga disebut mitospora karena cara mereka dihasilkan melalui proses seluler mitosis. Dua sel haploid baru secara genetis identik dengan induk yang haploid, dan dapat berkembang menjadi organisme baru jika kondisinya menguntungkan, dan berfungsi dalam penyebaran (secara biologis).

Reproduksi aseksual pada filum Ascomycota adalah dengan pembentukan konidia, yang ditanggung pada tangkai khusus yang disebut konidiofor. Morfologi dari konidiofor khusus ini sering kali khas dari spesies tertentu dan karenanya dapat digunakan untuk identifikasi spesies.

Istilah mikrokonidia dan makrokonidia terkadang digunakan.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Jansonius, D.C., Gregor, Me., 1996. Palynology: principles and applications. American association of stratigraphic palynologists foundation.[halaman dibutuhkan]
  2. ↑ Osherov, Nir; May, Gregory S (2001). "The molecular mechanisms of conidial germination". FEMS Microbiology Letters. 199 (2): 153. doi:10.1111/j.1574-6968.2001.tb10667.x. PMID 11377860.
  3. ↑ Conidium in the Collins Dictionary
  4. ↑ Ohara, T.; Inoue, I; Namiki, F; Kunoh, H; Tsuge, T (2004). "REN1 is Required for Development of Microconidia and Macroconidia, but Not of Chlamydospores, in the Plant Pathogenic Fungus Fusarium oxysporum". Genetics. 166 (1): 113–24. doi:10.1534/genetics.166.1.113. PMC 1470687. PMID 15020411.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan