Palazzo Zanca di Messina, tempat utama Konferensi Messina | |
| Tanggal | 1–3 Juni 1955 |
|---|---|
| Tempat | Palazzo Zanca |
| Lokasi | Messina, Sisilia, Italia |
| Jenis | Konferensi antar pemerintah |
| Peserta/Pihak terlibat | Enam negara anggota Komunitas Batubara dan Baja Eropa |
| Hasil | Persetujuan untuk melanjutkan integrasi Eropa |
Konferensi Messina (bahasa Inggris:Messina Conference) adalah pertemuan para menteri luar negeri enam negara anggota Komunitas Batubara dan Baja Eropa (ECSC) yang diselenggarakan di Messina, Sisilia, Italia, pada 1–3 Juni 1955. Konferensi ini membahas perkembangan ECSC dan menyimpulkan bahwa kerja sama tersebut berjalan dengan baik sehingga perlu dilanjutkan melalui bentuk integrasi Eropa yang lebih luas.[1]
Konferensi tersebut menjadi salah satu titik penting dalam proses integrasi Eropa setelah kegagalan rencana pembentukan Komunitas Politik Eropa dan Komunitas Pertahanan Eropa. Hasil pembahasannya kemudian membuka jalan bagi pembentukan Komunitas Ekonomi Eropa (EEC) dan Komunitas Energi Atom Eropa (Euratom) melalui Traktat Roma tahun 1957.[2]
Latar belakang
Konferensi Messina berlangsung pada saat integrasi Eropa mengalami ketidakpastian. Pada tahun 1954, rencana pembentukan Komunitas Pertahanan Eropa mengalami kegagalan setelah Prancis menolak meratifikasi perjanjian tersebut. Kegagalan tersebut juga menyebabkan rencana pembentukan Komunitas Politik Eropa kehilangan momentumnya.[1]
Enam negara anggota ECSC kemudian mencari cara lain untuk melanjutkan proses integrasi. Negara-negara tersebut adalah Belgia, Prancis, Jerman Barat, Italia, Luksemburg, dan Belanda.
Perhatian kemudian beralih kepada gagasan pembentukan serikat pabean dan pasar yang lebih terintegrasi. Negara-negara Benelux memainkan peranan penting dalam mendorong gagasan tersebut.
Pada 18 Mei 1955, Belgia, Belanda, dan Luksemburg mengajukan Memorandum Benelux yang menyerukan pembaruan integrasi Eropa melalui pembentukan pasar bersama serta kerja sama dalam bidang transportasi dan energi atom.[3]
Gagasan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar pembahasan dalam Konferensi Messina.
Pelaksanaan
Konferensi berlangsung dari 1 hingga 3 Juni 1955 di kota Messina. Pertemuan utama berlangsung di gedung balai kota Messina yang dikenal sebagai Palazzo Zanca. Sebagian kegiatan juga berlangsung di Taormina.[4]
Pertemuan tersebut dihadiri oleh menteri luar negeri dari keenam negara anggota ECSC. Delegasi masing-masing negara dipimpin oleh tokoh berikut:
| Negara | Menteri luar negeri |
|---|---|
| 🇧🇪 Belgia | Paul-Henri Spaak |
| 🇫🇷 Prancis | Antoine Pinay |
| 🇩🇪 Jerman Barat | Walter Hallstein |
| 🇮🇹 Italia | Gaetano Martino |
| 🇱🇺 Luksemburg | Joseph Bech |
| 🇳🇱 Belanda | Johan Willem Beyen |
Joseph Bech dari Luksemburg menjadi ketua pertemuan.[4]
Agenda konferensi
Salah satu agenda awal konferensi adalah pengangkatan anggota baru Otoritas Tinggi Komunitas Batubara dan Baja Eropa serta penunjukan presiden dan wakil presiden baru untuk masa jabatan yang berakhir pada 10 Februari 1957.
Pertemuan diadakan di Messina atas permintaan Gaetano Martino, Menteri Luar Negeri Italia. Pada saat itu Martino berada di Sisilia karena pemilihan Majelis Regional Sisilia.[4]
Para menteri kemudian menunjuk René Mayer sebagai presiden Otoritas Tinggi ECSC yang baru, menggantikan Jean Monnet. Mereka juga mengangkat kembali Albert Coppé dari Belgia dan Franz Etzel dari Jerman sebagai wakil presiden.[4]
Selain agenda kelembagaan tersebut, para menteri membahas program untuk menghidupkan kembali proses integrasi Eropa.
Pembaruan integrasi Eropa
Kegagalan Komunitas Pertahanan Eropa pada tahun 1954 membuat negara-negara anggota ECSC harus mencari pendekatan baru. Alih-alih langsung membangun integrasi politik dan pertahanan, perhatian mulai diarahkan kepada integrasi ekonomi dan sektor-sektor tertentu.
Negara-negara Benelux mengusulkan agar integrasi Eropa dilanjutkan melalui:
- pembentukan pasar bersama;
- penghapusan hambatan perdagangan;
- kerja sama transportasi;
- kerja sama di bidang energi atom; dan
- pengembangan integrasi ekonomi secara bertahap.[3]
Usulan tersebut mendapat perhatian besar dalam konferensi dan kemudian menjadi dasar bagi pekerjaan lanjutan mengenai pasar bersama Eropa.
Resolusi Konferensi Messina
Konferensi menghasilkan resolusi yang pada dasarnya menyerukan agar proses integrasi Eropa dilanjutkan. Resolusi tersebut mencerminkan banyak gagasan yang sebelumnya diajukan oleh negara-negara Benelux.
Beberapa bidang utama yang mendapat perhatian adalah:
| Bidang | Gagasan |
|---|---|
| Pasar bersama | Pembentukan pasar Eropa yang lebih terintegrasi |
| Serikat pabean | Pengurangan dan penghapusan hambatan perdagangan antarnegara anggota |
| Transportasi | Pengembangan kerja sama dan integrasi dalam sektor transportasi |
| Energi atom | Pengembangan kerja sama Eropa dalam penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai |
| Integrasi ekonomi | Pengembangan kerja sama ekonomi secara bertahap |
Resolusi tersebut menjadi dasar bagi pembentukan komite antar pemerintah yang bertugas mempelajari langkah selanjutnya dalam integrasi Eropa.[2]
Pembentukan Komite Spaak
Pada awalnya, nama Paul van Zeeland, mantan Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Belgia, disebut sebagai calon ketua komite yang akan menyusun proposal integrasi.
Namun, Johan Willem Beyen mengusulkan Paul-Henri Spaak. Spaak kemudian ditugaskan pada 18 Juni 1955 untuk memimpin pekerjaan komite antar pemerintah yang akan mengevaluasi kemungkinan integrasi sektoral maupun pembentukan pasar bersama Eropa.[4]
Komite tersebut kemudian dikenal sebagai Komite Spaak.
Spaak dan anggota komite mempelajari berbagai kemungkinan untuk mengembangkan integrasi Eropa setelah kegagalan proyek politik dan pertahanan sebelumnya.
Spaak Report
Hasil pekerjaan Komite Spaak dikenal sebagai Spaak Report. Laporan tersebut memberikan dasar bagi pembentukan kerangka integrasi ekonomi Eropa yang lebih luas.
Laporan tersebut mendukung pembentukan pasar bersama serta kerja sama dalam bidang energi atom. Gagasan tersebut kemudian dibahas lebih lanjut dalam konferensi antar pemerintah berikutnya.
Proses tersebut berlanjut dalam Konferensi Antar Pemerintah mengenai Pasar Bersama dan Euratom yang diselenggarakan di Château de Val-Duchesse, Brussel.[4]
Jalan menuju Traktat Roma
Hasil Konferensi Messina dan pekerjaan Komite Spaak memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan dua organisasi Eropa baru.
Negara-negara anggota akhirnya menyepakati pembentukan:
- Komunitas Ekonomi Eropa (EEC); dan
- Komunitas Energi Atom Eropa (Euratom).
Keduanya didirikan melalui Traktat Roma yang ditandatangani pada 25 Maret 1957 dan mulai berlaku pada 1 Januari 1958.[2]
Komunitas Ekonomi Eropa bertujuan membentuk pasar bersama dan meningkatkan integrasi ekonomi negara-negara anggotanya, sedangkan Euratom berfokus pada kerja sama dalam bidang energi atom.
Dengan demikian, Konferensi Messina menjadi salah satu tahapan penting yang menghubungkan Komunitas Batubara dan Baja Eropa dengan perkembangan komunitas-komunitas Eropa yang kemudian menjadi dasar bagi Uni Eropa.
Dampak terhadap integrasi Eropa
Konferensi Messina memiliki arti penting karena membantu menghidupkan kembali proses integrasi Eropa setelah kegagalan Komunitas Pertahanan Eropa.
Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang banyak berfokus pada integrasi politik dan pertahanan, strategi setelah Messina lebih menekankan integrasi ekonomi dan kerja sama sektoral.
Pendekatan tersebut terbukti lebih dapat diterima oleh negara-negara anggota dan menghasilkan kemajuan yang lebih konkret. Pembentukan EEC dan Euratom pada 1958 kemudian menjadi bagian penting dari perkembangan institusi Eropa selama beberapa dekade berikutnya.
Peringatan
Untuk memperingati Konferensi Messina, alun-alun di depan Palazzo Zanca di Messina kemudian diberi nama Piazza Unione Europea. Pada 2 Juni 1995, sebuah plakat peringatan dipasang pada fasad utama gedung tersebut.[4]
Sebuah patung Gaetano Martino juga didirikan di dekat lokasi tersebut pada 25 November 2000, bertepatan dengan peringatan seratus tahun kelahirannya.[4]
Lihat pula
- Komunitas Batubara dan Baja Eropa
- Komunitas Ekonomi Eropa
- Komunitas Energi Atom Eropa
- Sejarah Uni Eropa
- Uni Eropa
- European University Institute
Referensi
- 1 2 Richard T. Griffiths, "Europe's First Constitution: The European Political Community, 1952–1954", dalam Stephen Martin (ed.), The Construction of Europe: Essays in Honour of Emile Noël, 1994.
- 1 2 3 Raymond F. Mikesell, "The Lessons of Benelux and the European Coal and Steel Community for the European Economic Community", The American Economic Review, Vol. 48, No. 2, 1958, hlm. 428–441.
- 1 2 Benelux Memorandum, 18 May 1955, CVCE.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 Messina Conference, Centre Virtuel de la Connaissance sur l'Europe (CVCE).
Sumber
- Messina Conference — CVCE
- Messina Conference documents and minutes — CVCE
- Delegations from the Six at the Messina Conference — CVCE
- BBC, How Divided Europe Came Together
- Richard T. Griffiths, "Europe's First Constitution: The European Political Community, 1952–1954", 1994.
- Raymond F. Mikesell, "The Lessons of Benelux and the European Coal and Steel Community for the European Economic Community", The American Economic Review, Vol. 48, No. 2, 1958, hlm. 428–441.