Rabu, 28 Oktober 2026
00:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Kompetisi sperma

Kompetisi sperma

Bagikan:
250px-Sperm_stained.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sperma manusia

Kompetisi sperma adalah proses persaingan antara spermatozoa dua jantan atau lebih dalam membuahi sel telur yang sama.[1] Persaingan dapat terjadi jika betina memiliki lebih dari satu pasangan potensial. Pilihan yang lebih beragam meningkatkan kesempatan betina dalam menghasilkan keturunan yang lebih bugar.[2] Namun, dengan banyaknya pasangan potensial, kesempatan masing-masing jantan dalam menghasilkan keturunan juga berkurang, sehingga kompetisi sperma menjadi tekanan evolusioner bagi jantan. Tekanan inilah yang menghasilkan berbagai adaptasi yang meningkatkan kemungkinan keberhasilan reproduktif jantan.[3]

Kompetisi sperma memicu konflik seksual antara jantan dengan betina.[2] Berbagai taktik defensif telah berevolusi pada jantan, seperti penjagaan pasangan, sumbat kelamin, dan pengeluaran substansi beracun untuk mengurangi kemungkinan betina kawin dengan jantan lain.[4] Sementara itu, taktik-taktik ofensif yang telah berevolusi meliputi interferensi langsung terhadap kesempatan reproduktif jantan lain, seperti dengan mengeluarkan sperma jantan lain sebelum berkawin dengan betina.[5][6]

Referensi

  1. ↑ Parker, Geoffrey A. (1970). "Sperm competition and its evolutionary consequences in the insects". Biological Reviews. 45 (4): 525–567. doi:10.1111/j.1469-185x.1970.tb01176.x. S2CID 85156929.
  2. 1 2 Stockley, P (1997). "Sexual conflict resulting from adaptations to sperm competition". Trends Ecol. Evol. 12 (4): 154–159. doi:10.1016/S0169-5347(97)01000-8. PMID 21238013.
  3. ↑ Wedell, Nina; Gage, Matthew J.G.; Parker, Geoffrey A. (2002). "Sperm competition, male prudence and sperm-limited females". Trends in Ecology & Evolution. 17 (7): 313–320. doi:10.1016/S0169-5347(02)02533-8.
  4. ↑ Simmons, L.W (2001). Competition and its Evolutionary Consequences in the Insects. Princeton University Press. ISBN 978-0691059884.
  5. ↑ Birkhead, T.R; Pizzari, Tommaso (2002). "Postcopulatory sexual selection". Nat. Rev. Genet. 3 (4): 262–273. doi:10.1038/nrg774. PMID 11967551. S2CID 10841073.
  6. ↑ Baker, Robin (1996). Sperm Wars: The Science of Sex. ISBN 0-7881-6004-4. OCLC 37369431.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan