Senin, 26 Oktober 2026
11:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung

Tekanan evolusi

Bagikan:

Tekanan evolusi, tekanan selektif, atau tekanan seleksi[1] adalah suatu faktor yang mengurangi keberhasilan reproduksi di dalam suatu populasi. Apabila tekanan ini cukup kuat, sifat-sifat yang akan mengurangi dampak seleksi ini akan menjadi tersebar di dalam suatu populasi, bahkan apabila sifat tersebut dapat berdampak buruk di lingkungan lain. Istilah ini merupakan istilah kuantitatif yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan yang muncul di dalam suatu proses yang diselidiki dalam bidang keilmuan biologi evolusioner, tetapi konsepnya juga dapat digunakan di bidang lain. Dalam bidang genetika populasi, tekanan seleksi biasanya dinyatakan sebagai koefisien seleksi.

Salah satu contoh tekanan evolusi adalah penggunaan antibiotik terhadap suatu spesies bakteri: bakteri yang tidak dapat bertahan akan punah dan tidak menghasilkan keturunan, tetapi mereka yang bertahan dapat mewarisi gen kekebalan antibiotik ke generasi-generasi berikutnya.

Pada spesies ternak, tekanan seleksi buatan yang tinggi meninggalkan jejak selektif (selective signatures) pada genom mereka dan gen kandidat untuk sifat-sifat penting yang bernilai ekonomis, misalnya dalam pembentukan ras lokal atau lini produksi komersial.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ "Selection Pressure". Iscid.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-01-14. Diakses tanggal 2011-11-15.
  2. ↑ Shakhin, A.V., Abdelmanova, A.S., Volkova, N.A., Efimov, D.N., Fisinin, V.I., Korshunova, L.G., Anshakov, D.V., Dotsev, A.V., Griffin, D.K., Zinovieva, N.A. (2024). "Dissecting selective signatures and candidate genes in grandparent lines subject to high selection pressure for broiler production and in a local Russian chicken breed of Ushanka". Genes (dalam bahasa Inggris). 15 (4). MDPI: 524. doi:10.3390/genes15040524. ISSN 2073-4425. Diakses tanggal 2026-08-17.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan