Jumat, 30 Oktober 2026
05:43 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Komet Ikeya-Seki

Komet Ikeya-Seki

komet

Bagikan:
C/1965 S1 (Ikeya–Seki)
(Komet Besar tahun 1965)
250px-Comet_C_1965_S1_Ikeya-Seki.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Komet Ikeya–Seki difoto oleh Maynard Pittendreigh sekitar tahun 1965
Penemuan
Ditemukan oleh:Kaoru Ikeya
Tsutomu Seki
Ditemukan tanggal:18 September 1965
Nama lain:1965 VIII, 1965f[1]
Karakteristik orbit A
Epos:7 Oktober 1965 (HJ 2439040.5)
Jumlah
pengamatan
101–119
Tipe orbitKreutz sungrazer
(Population II)
Aphelion:183 AU (A)
207 AU (B)
Perihelion:0.007786 AU (A)
0.007778 AU (B)
Sumbu semi-mayor:91.6 AU (A)
103.7 AU (B)
Eksentrisitas orbit:0.999915 (A)
0.999925 (B)
Periode orbit:795 tahun (A)[2]
946 tahun (B)[3]
Inklinasi:141.864° (A)
141.861° (B)
Magnitudo (M1)
total Komet
6.2[4]
Perihelion terakhir:21 Oktober 1965

Komet Ikeya–Seki (penamaan resmi: C/1965 S1) adalah sebuah komet sungrazing yang sangat terang yang terlihat pada tahun 1965. Komet ini ditemukan secara terpisah oleh dua astronom amatir Jepang, yaitu Kaoru Ikeya dan Tsutomu Seki, pada tanggal 18 September 1965.[5]

Penemuan dan Orbit

Komet Ikeya–Seki merupakan bagian dari kelompok Kreutz, yaitu kelompok komet yang berasal dari pecahan komet raksasa yang pecah berabad-abad lalu. Ia memiliki lintasan yang sangat mendekati Matahari, mencapai perihelion (titik terdekat dengan Matahari) hanya sekitar 450.000 km dari permukaan Matahari pada tanggal 21 Oktober 1965.[6]

Kecerlangan dan Pengamatan

Karena kedekatannya dengan Matahari saat perihelion, komet ini menjadi sangat terang, bahkan dapat terlihat pada siang hari. Beberapa pengamat melaporkan bahwa komet ini bersinar lebih terang dari Bulan purnama saat berada dekat dengan Matahari.[7]

Komet Ikeya–Seki mulai terlihat dengan mata telanjang di belahan bumi utara pada awal Oktober 1965 dan mencapai puncak kecerlangannya sekitar waktu perihelion. Setelah itu, komet ini memisah menjadi beberapa fragmen akibat tekanan pasang surut Matahari.[8]

Warisan dan Signifikansi

Komet Ikeya–Seki termasuk salah satu komet paling terang di abad ke-20. Pengamatan terhadap komet ini memberikan wawasan penting mengenai struktur internal dan komposisi komet, serta dinamika pasang surut saat komet mendekati Matahari.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Comet Names and Designations". International Comet Quarterly. Diakses tanggal 2024-12-15.
  2. ↑ Horizons output. "Barycentric Osculating Orbital Elements for Comet Ikeya-Seki (C/1965 S1-A)". Diakses tanggal 2023-08-26. (Solution using the Solar System's barycenter (Sun+Jupiter). Select Ephemeris Type:Elements and Center:@0)
  3. ↑ Horizons output. "Barycentric Osculating Orbital Elements for Comet Ikeya-Seki (C/1965 S1-B)". Diakses tanggal 2023-08-26. (Solution using the Solar System's barycenter (Sun+Jupiter). Select Ephemeris Type:Elements and Center:@0)
  4. ↑ D. Milon; G. Solberg; R. B. Minton (1967). "The Magnitude of Comet Ikeya-Seki 1965f". The Strolling Astronomer. 20 (9–10): 165–173. Bibcode:1967StAst..20..165M.
  5. ↑ "Ikeya-Seki 1965f". NASA JPL Small-Body Database. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  6. ↑ Marsden, B.G. (1967). "Comets and Nongravitational Forces". The Astronomical Journal. 72: 1170–1183.
  7. ↑ Steel, Duncan (1995). Rogue Asteroids and Doomsday Comets. John Wiley & Sons. hlm. 95.
  8. ↑ Sekanina, Z. (1976). "Breakup of the Sungrazing Comet Ikeya–Seki". Icarus. 27 (2): 123–148.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan