Minggu, 27 September 2026
02:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Koeda Sembrani

Untuk kegunaan lain, lihat Sembrani.
Koeda Sembrani
Sutradara
ProduserTan Koen Yauw
Pemeran
Perusahaan
produksi
NegaraHindia Belanda
BahasaIndonesia

Koeda Sembrani[a] (Ejaan Yang Disempurnakan: Kuda Sembrani) adalah sebuah film dari Hindia Belanda (sekarang Indonesia) yang mulai difilmkan pada tahun 1942 dan selesai kira-kira sebelum 1943. Dirilis oleh Tan's Film dan disutradarai oleh Joshua dan Othniel Wong, ini adalah film terakhir yang menampilkan hubungan romantis Roekiah dan Djoemala.

Produksi

Koeda Sembrani disutradarai oleh dua saudara Joshua dan Othniel Wong dan diproduksi oleh Tan Koen Yauw dari Tan's Film. Film hitam putih ini dibintangi Roekiah (sebagai Putri Shams-al-Nahar) dan Djoemala;[1][2] keduanya telah dipasangkan dalam peran romantis sejak film Sorga Ka Toedjoe pada tahun 1940.[3] Film ini juga menampilkan Wolly Sutinah, Kartolo, Husein, Ali, dan Rd Dadang Ismail.[1]

Rilis dan peninggalan

Koeda Sembrani mulai diputar di bioskop pada 28 Oktober 1943.[4] Film ini menandai kolaborasi terakhir di atas panggung antara Djoemala dan Roekiah. Pemerintah pendudukan Jepang telah menutup semua kecuali satu studio film, termasuk Tan's.[5] Djoemala, menjadi seorang wirausahawan, meninggalkan dunia akting segera setelah itu.[6] Roekiah muncul dalam satu film, pada film propaganda pendek berjudul Ke Seberang (1944), sebelum kematiannya pada tahun 1945.[7]

Katalog Film Indonesia JB Kristanto merekam salinan film 35 mm setelah selamat di Sinematek Indonesia.[1]

Catatan penjelasan

  1. ↑ Koeda Sembrani sering diterjemahkan Pegasus, meskipun tidak memiliki konotasi dari mitologi Yunani. Sebuah terjemahan yang lebih tepat mungkin Kuda Terbang atau Kuda Mistik.

Referensi

Kutipan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan