Kamis, 24 September 2026
06:29 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Ikan kod

Ikan kod

Ikan kod
Ikan kod atlantik
Ikan kod atlantik
Klasifikasi ilmiahSunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Kohort: Euteleostei
Klad: Neoteleostei
Klad: Eurypterygii
Klad: Ctenosquamata
(tanpa takson): Acanthomorpha
Kelompok yang termasuk

lihat teks

Kod adalah nama umum bagi ikan demersal dari genus Gadus, yang tergolong dalam famili Gadidae.[1] Istilah kod juga digunakan sebagai sebahagian daripada nama umum bagi sejumlah spesies ikan lain, dan terdapat satu spesies yang tergolong dalam genus Gadus yang lazimnya tidak dipanggil kod (Alaska pollock, Gadus chalcogrammus).

Dua spesies kod yang paling umum ialah ikan kod Atlantik (Gadus morhua), yang mendiami perairan sejuk dan kawasan laut dalam di seluruh Atlantik Utara, serta ikan kod Pasifik (Gadus macrocephalus), yang terdapat di bahagian timur dan barat Pasifik utara. Gadus morhua dinamakan oleh Linnaeus pada 1758. (Walau bagaimanapun, G. morhua callarias, suatu ras bukan migrasi yang hidup dalam saliniti rendah dan terhad di sebahagian kawasan Baltik, pada asalnya diperihalkan sebagai Gadus callarias oleh Linnaeus.)

Kod sebagai makanan popular di beberapa bahagian dunia. Ikan ini mempunyai rasa yang lembut serta isi putih yang padat dan berlapis. Hati kod diproses untuk menghasilkan minyak hati ikan kod, yang merupakan sumber lazim bagi vitamin A, vitamin D, vitamin E dan asid lemak omega-3 (EPA dan DHA). Scrod merujuk kepada kod Atlantik muda atau haddock. Di United Kingdom, kod Atlantik merupakan antara bahan paling lazim dalam ikan dan kentang goreng, bersama-sama haddock dan plaice.

Karakteristik

Ikan kod dari genus Gadus memiliki tiga sirip punggung dan dua sirip anus yang membulat. Sirip pelvis berukuran kecil dengan ujung yang memanjang dan berada di bawah penutup insang. Matanya berukuran sedang. Ikan kod memiliki garis putih yang memanjang sepanjang tubuhnya dari insang hingga ekor. Berat rata-rata ikan kod adalah antara 5–12 kg, tetapi spesimen berukuran 100 kg pernah ditangkap. Ikan kod Pasifik umumnya berukuran lebih kecil dari ikan kod Atlantik, dan berwarna lebih gelap.[2][3]

Perikanan

250px-Time_series_for_global_capture_of_all_cod_2.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tangkapan ikan kod Pasifik dan ikan kod Atlantik dunia
dalam juta ton[4][5]
Artikel utama: Perikanan ikan kod

Tahun 2006, kuota penangkapan ikan kod Atlantik barat laut adalah 23000 ton, yang merupakan setengah dari total populasi, sedangkan ikan kod Atlantik timur laut adalah 473000 ton. Sedangkan ikan kod Pasifik 260000 ton.

Budi daya ikan kod Atlantik menjadi tren dikala total tangkapan di alam liar menurun.[6] Namun pertumbuhan usaha budi daya ikan kod cenderung lambat dikarenakan produksi benih ikan yang kurang diusahakan dikarenakan rendahnya rata-rata benih ikan hidup di akuarium budi daya.[7] Diperkirakan hal ini terjadi karena makanan yang diberikan kepada benih ikan kod tidak sama dengan yang biasa dimakan di alam liar.[8][9] Penambahan pakan ikan yang memiliki nutrisi setara dengan kopepoda (mangsa alami ikan kod) dan penambahan mineral selenium dan iodine diketahui dapat meningkatkan harapan hidup dan kesehatan benih ikan kod budi daya.[10][11][12]

Sebagai makanan

250px-Preserved_Codfish_Bodara.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ikan kod yang telah diawetkan
Artikel utama: Ikan kod (makanan)

Ikan kod merupakan makanan yang populer yang memiliki rasa yang tidak terlalu kuat namun padat. Hati ikan kod diproses menjadi minyak hati ikan kod, salah satu sumber utama vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan asam lemak omega-3.[13][14]

Ikan kod Atlantik dijadikan lembaran tipis yang dikeringkan yang disebut dengan scrod. Di Inggris, ikan kod Atlantik dijadikan menu makanan yang populer, fish and chips. Ikan kod paling banyak dikonsumsi di Portugal, Spanyol, Italia, dan Brasil. Daging ikan kod berwarna putih.

Referensi

  1. 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Cod" . Encyclopædia Britannica. Vol. 6 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 632.
  2. "Gadus morhua". FishBase. Ed. Ranier Froese and Daniel Pauly. April 2012 version. N.p.: FishBase, 2012.
  3. "Gadus macrocephalus". FishBase. Ed. Ranier Froese and Daniel Pauly. April 2012 version. N.p.: FishBase, 2012.
  4. FAO Species Fact Sheets
  5. FIGIS database, FAO.
  6. The State of World Fisheries and Aquaculture 2010. fao.org. ISBN 978-92-5-106675-1.
  7. Kamisaka, Y., Jordal, A.E.O., Edvardsen, R.B., Kryvi, H., Otterlei, E., Rønnestad, I (2010). "A case report on the distended gut syndrome (DGS) in cultured larvae of Atlantic cod (Gadus morhua)". Aquaculture. 309: 38–48. doi:10.1016/j.aquaculture.2010.09.006.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  8. van der Meeren, T., Olsen, R.E., Hamre, K., Fyhn, H.J (2008). "Biochemical composition of copepods for evaluation of feed quality in production of juvenile marine fish". Aquaculture. 274 (2–4): 375–397. doi:10.1016/j.aquaculture.2007.11.041.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  9. Hamre, K., Srivastava, A., Rønnestad, I., Mangor-Jensen, A., Stoss, J (2008). "Several micronutrients in the rotifer Brachionus sp. may not fulfil the nutritional requirements of marine fish larvae". Aquaculture Nutrition. 14: 51–60. doi:10.1111/j.1365-2095.2007.00504.x.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  10. Hamre, K., Mollan, T.A., Sæle, Ø., Erstad, B (2008). "Rotifers enriched with iodine and selenium increase survival in Atlantic cod (Gadus morhua) larvae". Aquaculture. 284: 190–195. doi:10.1016/j.aquaculture.2008.07.052.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  11. Penglase, S., Nordgreen, A., van der Meeren, T., Olsvik, P., Sæle, O., Baeverfjord, G., Helland, S., Hamre, K (2010). "Increasing the level of selenium in rotifers (Brachionus plicatilis 'Cayman') enhances the mRNA expression and activity of glutathione peroxidase in Atlantic cod (Gadus morhua L.) larvae". Aquaculture. 306: 259–269. doi:10.1016/j.aquaculture.2010.05.011.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  12. Penglase, S., Harboe, T., Sæle, O., Helland, S., Nordgreen, A., Hamre, K (2013). "Iodine nutrition and toxicity in Atlantic cod (Gadus morhua) larvae". PeerJ. 1:e20: e20. doi:10.7717/peerj.20.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  13. Pacific cod. Nutritiondata.self.com. Retrieved on 2013-05-04.
  14. Atlantic cod. Nutritiondata.self.com. Retrieved on 2013-05-04.

Bahan bacaan terkait

  • Dean L.Y. Bavington. Managed Annihilation: An Unnatural History of the Newfoundland Cod Collapse (University of British Columbia Press; 2010) 224 pages. Links the collapse of Newfoundland and Labrador cod fishing to state management of the resource.
  • Mark Kurlansky. Cod: A Biography of the Fish That Changed the World (1997)
  • Cobb, John N (1916). Pacific Cod Fisheries. Bureau of Fisheries Document. Vol. no. 830. Washington, DC: Government Printing Office. OCLC 14263968.{{cite book}}: |volume= memiliki teks tambahan
  • Shields, Edward (2001). Salt of the sea: the Pacific Coast cod fishery and the last days of sail. Lopez Island, Wash.: Heritage House. ISBN 978-1-894384-35-3.
  • Four Fish, by Paul Greenberg, ISBN 978-1-59420-256-8

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cod.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cod.
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Gadus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan