Selasa, 27 Oktober 2026
06:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Klaster penyakit

Bagikan:

Klaster penyakit adalah sekumpulan besar kondisi medis atau peristiwa tertentu yang relatif tidak umum (baik pengumpulannya ataupun kondisi medisnya) dalam lokasi geografis atau periode tertentu. Penyebutan sebagai klaster bergantung pada jumlah penyakit yang dipandang lebih besar dibandingkan jumlah yang diharapkan dalam kondisi acak. Identifikasi terhadap kecurigaan klaster penyakit mungkin awalnya bergantung pada bukti anekdotal. Para ahli epidemiologi dan ahli biostatistika perlu menilai apakah klaster yang dicurigai sesuai dengan peningkatan penyakit secara aktual di daerah tersebut.[1]

Ketika keberadaannya diketahui, klaster penyakit biasanya dilaporkan ke otoritas kesehatan masyarakat di daerah setempat.[2] Jika suatu klaster dinilai memiliki jumlah penyakit dan tingkat kepentingan yang cukup besar, mereka dapat dievaluasi ulang dan dinyatakan sebagai wabah.

Investigasi rintisan yang dilakukan oleh John Snow terhadap wabah kolera 1854 di Soho, London, dipandang sebagai contoh klasik dari kajian klaster penyakit.

Referensi

  1. ↑ Miquel Porta, ed. (2008). A Dictionary of Epidemiology. Oxford University Press, USA. hlm. 42–43. ISBN 978-0-19-971815-3. Aggregations of relatively uncommon events or diseases in space and/or time in amounts that are believed or perceived to be greater than could be expected by chance. Putative disease clusters are often perceived to exist on the basis of anecdotal evidence, and much effort may be expended by epidemiologists and biostatisticians in assessing whether a true cluster of disease exists.
  2. ↑ "Guidelines for Investigating Clusters of Health Events". www.cdc.gov. Diarsipkan dari asli tanggal 21 Maret 2021. Diakses tanggal 21 Maret 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar


Templat:Disease-stub

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan