Sabtu, 31 Oktober 2026
04:08 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kiyonaga Torii

Kiyonaga Torii

artis jepang

Bagikan:
330px-Kiyonaga_bathhouse_women-2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perempuan Pemandian Umum

Torii Kiyonaga (bahasa Jepang: 鸟居 清长; 1752 - 28 Juni 1815) adalah seorang pelukis ukiyo-e dan pelukis di sekolah Torii berkebangsaan Jepang.[1] Awalnya Sekiguchi Shinsuke, anak seorang penjual buku di zaman Edo, menggunakan nama Torii Kiyonaga sebagai nama seni.[1] Meskipun tidak secara biologis terkait dengan keluarga Torii, ia menjadi ketua sekolah seni itu setelah kematian ayah angkatnya sekaligus gurunya sendiri, Torii Kiyomitsu.[1]

Karena Master Kiyomitsu meninggal muda pada tahun 1785, dan Kiyotsune, senior Kiyonaga merupakan artis seni yang kuras menjanjikan dari segi kemampuan, maka diangkatlah Kiyonaga sebagai kepala sekolah seni Torii.[2] Namun, ia menunda dan mempertimbangkan hal ini selama dua tahun, karena ia sedang sibuk mencurahkan segala perhatiannya ke bijin-ga dan ia juga sadar akan tanggung jawab besar yang harus diembannya setelah ia mengambil alih sekolah tersebut.[2] Dengan demikian, pada tahun 1787, ia mulai mengorganisir produksi kabuki dan sejenisnya.[2] Ia juga mulai melatih cucu Kiyomitsu, Torii Kiyomine, untuk menggantikannya nanti. Hickman, Money (1993).[2]

Rujukan

  1. 1 2 3 Shadily, Hassan.Ensiklopedia Indonesia. Jakarta:Ichtiar Baru Van Hoeve.
  2. 1 2 3 4 "Enduring Alliance: The Torii Line of Ukiyo-e Artists and Their Work for the Kabuki Theatre." Fenway Court, 1992. Boston: Isabella Stewart Gardner Museum.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan