Rabu, 04 November 2026
02:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Kim Bu-sik

Bagikan:
Ini adalah nama Korea; marganya adalah Kim.
Kim Bu-sik
Hangul
김부식
Hanja
金富軾
Alih AksaraGim Busik
McCune–ReischauerKim Pusik
Nama pena
Hangul
뇌천
Hanja
雷川
Alih AksaraNoecheon
McCune–ReischauerNoech'ŏn
Nama kehormatan
Hangul
입지
Hanja
立之
Alih AksaraIpji
McCune–ReischauerIpchi

Kim Busik (1075–1151) merupakan seorang sarjana dan ilmuwan dari zaman Dinasti Goryeo, Korea. Ia dikenal sebagai penyusun Samguk Sagi, babad sejarah Korea yang tertua.

Kim Busik merupakan cicit dari Kim Wi-yeong, yang bergabung dengan penguasa Dinasti Goryeo yang menggantikan Silla Bersatu, dan menjadi gubernur di provinsi Gyeongju. Ayah Kim Busik dan ketiga saudara laki-lakinya juga merupakan pejabat di istana Goryeo.

Meskipun ia beragama Buddha, ia mendukung Konfusianisme atas Buddhisme sebagai prinsip penuntun dalam pemerintahan, dan lebih banyak ditunjuk untuk menyerahkan upeti kepada Kaisar Cina (prinsip Sadae).

Pada tahun 1121 Kim Busik ditunjuk sebagai penulis buku harian kerajaan, atau ji, pada masa pemerintahan Kaisar Yejong. Pada tahun 1123, bersama dengan dua sejarawan lainnya, bertanggung jawab di dalam persiapan Babad Yejong (Yejong Sillok).[1]

Referensi

  1. ↑ (Inggris) AN INTRODUCTION TO THE SAMGUK SAGI- A HISTORY OF THE THREE KINGDOMS[pranala dihapus], hawaii.edu. Diakses pada 9 Maret 2011.

Lihat Pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan