Selasa, 03 November 2026
04:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Kidung Lakbok

Bagikan:

Kidung Lakbok adalah sastra lisan tradisional dan nyanyian sakral yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kidung ini menceritakan sejarah lokal dan cerita rakyat tentang "Rawa Lakbok", yang menggambarkan kemakmuran wilayah tersebut pada masa lampau sebelum berubah menjadi daerah rawa-rawa.[1]

Kidung ini sering dibawakan dalam pertunjukan Wayang Kila, sebuah bentuk seni pertunjukan wayang yang unik karena boneka wayangnya terbuat dari jerami kering (merang). Tradisi ini berfungsi sebagai media pelestarian sejarah sekaligus ritual dalam upacara Ruwatan atau Hajat Bumi sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan asal-usul spiritual wilayah tersebut.[2]

Sejarah Publikasi

Naskah ini diterbitkan di Banjar pada 31 Agustus 1956 (bertepatan dengan 24 Muharram 1376 H). Publikasi ini disusun sebagai upaya sistematis untuk mendokumentasikan serta melestarikan sejarah lokal wilayah Lakbok dan Banjar Patroman agar tidak hilang ditelan zaman.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Purwanto, Henri (2024). "Wawatjan Kidung Lakbok". Wikisource. Diakses tanggal 2026-04-30.
  2. ↑ Purwanto, Henri (2024). "Wawatjan Kidung Lakbok". Wikisource. Diakses tanggal 2026-04-30.
  3. ↑ Purwanto, Henri (ed.) (1956). Wawatjan Kidung Lakbok. Banjar.{{cite book}}: |first= memiliki nama generik; Parameter tidak dikenal |note= diabaikanPemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan