Sabtu, 31 Oktober 2026
03:30 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kekhanan Kokand

Kekhanan Kokand

Bagikan:
Kekhanan Kokand
خانات خوقند
Qo'qon Xonligi
1709–1876
Bendera Kokand
Bendera Kokand
Kekhanan Kokand (hijau) sekitar tahun 1850.
Kekhanan Kokand (hijau) sekitar tahun 1850.
Ibu kotaKokand
Bahasa umumUzbek, Chagatai, Persia[1]
Agama Islam Sunni
PemerintahanMonarki
Khan 
• 1709–1721
Shahrukh Biy
• 1875–1876
Nasr ad-Din Abdul Karin Khan
Sejarah 
• Didirikan
1709
• Dibubarkan
1876
Didahului olehDigantikan oleh
Kekhanan Bukhara
Turkestan Rusia
Sekarang bagian dari Kirgizstan
 Uzbekistan
 Tajikistan
 Kazakhstan

Kekhanan Kokand (bahasa Uzbek: Qo‘qon Xonligi, Қўқон Хонлиги, قۇقان خانلىگى; bahasa Kirgiz:Кокон хандыгы, Qoqon xandığı/Kokon handygy, قوقون حاندىعى; bahasa Persia:خانات خوقند, Xânâte Xuqand/Xānāt-e Xuqand) adalah sebuah negara di Asia Tengah[2] yang berdiri dari tahun 1709 hingga 1876 di wilayah Kirgizstan, Uzbekistan dan Tajikistan timur, serta Kazakhstan tenggara. Nama kota dan kekhanan ini juga dieja Khoqand dalam pustaka modern.

Sejarah

Kekhanan Kokand didirikan pada tahun 1709 ketika amir Shahrukh dari suku Ming Uzbek menyatakan kemerdekaannya dari Kekhanan Bukhara dan mendirikan negara merdeka di wilayah timur Lembah Fergana. Ia membangun sebuah benteng sebagai ibu kotanya di kota kecil yang bernama Kokand. Anaknya, Abd al-Karim, dan cucunya, Narbuta Beg, memperbesar benteng ini, tetapi mereka dipaksa menjadi protektorat dan harus membayar upeti kepada Dinasti Qing dari tahun 1774 hingga 1798.

Pada tahun 1868, sebuah perjanjian mengubah Kokand menjadi negara vassal Rusia. Penguasa Kokand Khudayar Khan yang telah kehilangan kekuasaannya menghabiskan energinya untuk memperbaiki istananya yang mewah. Pemberontakan melawan kekuasaan Rusia dan pajak besar yang dipungut oleh Khudayar membuat Khudayar melarikan diri ke pengasingan pada tahun 1875. Ia digantikan oleh anaknya, Nasir ad-din Abdul Karim Khan. Ia menentang kekuasaan Rusia, dan setelah pertempuran selama enam bulan Kokand ditaklukan oleh Rusia. Pada Maret 1876, Tsar Alexander II menyatakan bahwa ia terpaksa "mengikuti keinginan rakyat Kokand untuk menjadi bawahan Rusia." Kekhanan Kokand dibubarkan dan menjadi bagian dari Provinsi Fergana di Turkestan Rusia. Nasir ad-din Abdul Karim Khan melarikan diri ke India melalui Pamirs dan Afganistan. Ia meninggal pada tahun 1893 di kota Peshawar.

Daftar penguasa

Referensi

  1. ↑ Chahryar Adle, Irfan Habib (2003), History of Civilizations of Central Asia: Development in contrast , p.81
  2. ↑ Gabriele Rasuly-Paleczek, Julia Katschnig (2005), European Society for Central Asian Studies. International Conference, p.31
  • "The Muslim World"; Part III, "The Last Great Muslim Empires": Translation and Adaptations by F.R.C. Bagley. (Originally published 1969). Brill Academic Publishers, ISBN 978-90-04-02104-4.
  • Beisembiev T. K. Kokandskaia istoriografiia: Issledovanie po istochnikovedeniiu Srednei Azii XVIII-XIX vekov. Almaty, TOO "PrintS", 2009, 1263 pp., ISBN 978-9965-482-84-7.
  • Beisembiev T. "Annotated indices to the Kokand Chronicles". Tokyo: Research Institute for Languages and Cultures of Asia and Africa, Tokyo University of Foreign Studies. Studia Culturae Islamica. № 91, 2008, 889 pp., ISBN 978-4-86337-001-2.
  • Beisembiev T. "The Life of Alimqul: A Native Chronicle of Nineteenth Century Central Asia". Published 2003. Routledge (UK), 280 pages, ISBN 978-0-7007-1114-7.
  • Beisembiev T.K. "Ta'rikh-i SHakhrukhi" kak istoricheskii istochnik. Alma Ata: Nauka, 1987. 200 p. Summaries in English and French.
  • Beisembiev T.K. "Legenda o proiskhozhdenii kokandskikh khanov kak istochnik po istorii ideologii v Srednei Azii (na materialakh sochinenii kokandskoi istoriografii)". Kazakhstan, Srednjaja i Tsentralnaia Azia v XVI-XVIII vv. Alma-ata, 1983, pp. 94–105
  • Dubavitski, Victor and Bababekov, Khaydarbek, in S. Frederick Starr, ed., Ferghana Valley: The Heart of Central Asia, pp. 31–33.
  • Howorth, Sir Henry Hoyle. History of the Mongols: From the 9th to the 19th Century, Volume 2, Issue 2, pp. 795–801,816-845.
  • Nalivkine V. P. Histoire du Khanat de Khokand. Trad. A.Dozon. Paris, 1889.
  • Nalivkin V. "Kratkaia istoria kokandskogo khanstvа". Istoria Srednei Azii. A.I.Buldakov, S.A.Shumov, A.R.Andreev (eds.). Moskva, 2003, pp. 288–290.
  • Vakhidov Sh.Kh. ХIХ-ХХ asr bāshlarida Qoqān khānligida tarikhnavislikning rivājlanishi. Tarikh fanlari doktori dissertatsiyasi. Tāshkent, 1998, pp. 114–137.
  • Aftandil S.Erkinov. "Imitation of Timurids and Pseudo-Legitimation: On the origins of a manuscript anthology of poems dedicated to the Kokand ruler Muhammad Ali Khan (1822–1842)".<http://wcms-neu1.urz.uni-halle.de/download.php?down=9046&elem=1986852[pranala nonaktif permanen]> GSAA Online Working Paper No. 5 [1]
  • Aftandil S.Erkinov. "Les timourides, modeles de legitimite et les recueils poetiques de Kokand". Ecrit et culture en Asie centrale et dans le monde Turko-iranien, XIVe-XIXe siècles // Writing and Culture in Central Asia and in the Turko-Iranian World, 14th-19th Centuries. F.Richard, M.Szuppe (eds.), [Cahiers de Studia Iranica. 40]. Paris: AAEI, 2009, pp. 285–330.
  • Scott Levi. "Babur’s Legacy and Political Legitimacy in the Khanate of Khoqand." to be submitted to the Journal of Asian Studies.

40°31′43″N 70°56′33″E / 40.5286°N 70.9425°E / 40.5286; 70.9425

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan