Selasa, 29 September 2026
01:37 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Kewaspadaan

250px-SheilaGallagherLollipopLadyStPauls.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang "wanita lolipop" London dengan Katedral St. Paul di latar belakang.

Dalam psikologi modern, kewaspadaan (bahasa Inggris: vigilance) juga disebut konsentrasi berkelanjutan, didefinisikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan perhatian terkonsentrasi dalam jangka waktu yang lama.[1] Selama masa tersebut, seorang individu mencoba mendeteksi kemunculan stimulus target tertentu. Individu tersebut mengamati stimulus sinyal yang mungkin terjadi pada waktu yang tidak diketahui.[2]

Studi kewaspadaan telah berkembang sejak tahun 1940-an terutama karena meningkatnya interaksi manusia dengan mesin untuk aplikasi yang melibatkan pemantauan dan deteksi kejadian langka dan sinyal lemah. Aplikasi tersebut meliputi kontrol lalu lintas udara, inspeksi dan kontrol kualitas, navigasi otomatis, pengawasan militer dan perbatasan, serta penjagaan pantai.[butuh rujukan]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Warm, J. S., Parasuraman, R., & Matthews, G. (2008). Vigilance requires hard mental work and is stressful. Human factors, 50(3), 433-441.
  2. ↑ Sternberg, Robert (2009). Cognitive Psychology. Belmont: CA: Wadworth Cengage Learning. hlm. 142.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan