Rabu, 28 Oktober 2026
17:40 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Ketukan mesin

Bagikan:

Ketukan mesin (engine knocking), juga dikenal sebagai detonasi, adalah fenomena abnormal pada mesin pembakaran dalam di mana campuran udara–bahan bakar mengalami penyalaan sendiri (autoignition) sebelum atau bersamaan dengan proses pembakaran normal yang dipicu oleh busi.

Pada kondisi normal, pembakaran terjadi melalui front api terkontrol yang merambat secara progresif dari elektroda busi. Pada knocking, sebagian campuran yang belum terbakar (disebut end-gas) mencapai temperatur dan tekanan kritis, sehingga mengalami pembakaran spontan. Peristiwa ini menghasilkan gelombang tekanan berfrekuensi tinggi di dalam ruang bakar, yang terdengar sebagai bunyi ketukan logam.[1]

Penyebab utama

Ketukan mesin terjadi akibat kondisi di dalam ruang bakar yang menyebabkan sebagian campuran udara–bahan bakar mengalami penyalaan sendiri sebelum atau bersamaan dengan pembakaran normal. Salah satu penyebab utama adalah penggunaan bahan bakar dengan bilangan oktan rendah pada mesin dengan rasio kompresi tinggi, sehingga campuran lebih mudah mencapai kondisi autoignition.

Faktor lain yang berperan adalah temperatur dan tekanan ruang bakar yang tinggi, yang dapat disebabkan oleh sistem pendinginan yang kurang efektif atau beban mesin yang besar. Waktu pengapian yang terlalu maju juga meningkatkan tekanan dan temperatur sebelum piston mencapai titik mati atas, sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya detonasi.

Selain itu, endapan karbon pada kepala silinder atau piston dapat bertindak sebagai titik panas (hot spots) yang memicu penyalaan awal. Campuran udara–bahan bakar yang terlalu miskin juga meningkatkan temperatur pembakaran dan berkontribusi terhadap terjadinya ketukan mesin.[2]

Dampak terhadap mesin

Ketukan mesin yang terjadi secara berulang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap komponen mesin. Gelombang tekanan yang tidak terkendali menyebabkan peningkatan beban mekanis pada piston, batang penghubung, dan bantalan poros engkol. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempercepat keausan komponen dan menurunkan umur pakai mesin.

Selain itu, ketukan mesin dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan piston, seperti terjadinya erosi atau lubang akibat temperatur dan tekanan lokal yang sangat tinggi. Getaran dan suara yang dihasilkan juga berdampak pada kenyamanan serta dapat menjadi indikator terjadinya kondisi pembakaran yang tidak efisien.[3]

Referensi

  1. ↑ Heywood, John B. (1988). Internal Combustion Engine Fundamentals. McGraw-Hill. ISBN 978-0070286375.
  2. ↑ "Octane rating". Wikipedia. Diakses tanggal 2026-01-11.
  3. ↑ Heywood, John B. (1988). Internal Combustion Engine Fundamentals. McGraw-Hill. ISBN 978-0070286375.
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan