Artikel ini mengenai "Allah" dalam istilah Kekristenan di Indonesia dan bukan mengenai Allah, Tuhan dalam Islam. Untuk pemahaman lebih lanjut, lihat artikel Penggunaan Allah bagi umat Kristen Indonesia.

Dalam Alkitab Kristen, istilah Ketujuh Roh Allah muncul empat kali dalam Kitab Wahyu.[1][2] Arti istilah tersebut ditafsirkan dalam beragam cara.[3]
Rujukan Alkitab
Ketujuh Roh Allah (bahasa Yunani:τα επτα πνευματα του θεου, ta hepta pneumata tou theou) disebutkan sebanyak empat kali dalam Kitab Kejadian, dan Kitab Yesaya menyebut sebutan-sebutan dari setiap roh.[1][2]
- Wahyu 1:4: Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,
- Wahyu 3:1: "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!
- Wahyu 4:5: Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.
- Wahyu 5:6: Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
Referensi
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
- 1 2 The Book of Revelation by Robert H. Mounce 1997 Eerdmans Pub. ISBN0-8028-2537-0 pages 46–47
- 1 2 Revelation 1–11 by John F. MacArthur (Apr 15, 1999) ISBN0-8024-0773-0 pages 108, 151, 168
- ↑ Revelation by Craig S. Keener 2000 Zondervan ISBN0-310-23192-2 Section 1:4