Senin, 26 Oktober 2026
11:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Ketopong Frigia

Ketopong Frigia

Bagikan:
250px-Phrygian_helmet.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ketopong Frigia

Ketopong Frigia, juga dikenal sebagai ketopong Trakia,[1] adalah sebuah jenis ketopong yang berasal dari Yunani Klasik. Ketopong tersebut banyak dipakai[2] di Trakia, Dacia, Magna Graecia dan dunia Helenistik sampai zaman Kekaisaran Romawi.

Catatan

Referensi

  1. ↑ Rome's Enemies (1): Germanics and Dacians (Men at Arms Series, 129) by Peter Wilcox and Gerry Embleton,1982,page 20,"... people, as were the Phrygians and those Thracians living north ... the solid crest of a 'Phrygian'-type helmet as a running pattern, as shown on the pedestal reliefs; ..."
  2. ↑ The Army of Alexander the Great (Men at Arms Series, 148) by Nicholas Sekunda and Angus McBride,1992,page 6,"... Philip gave them heavy armour-cuirasses and helmets of the `Phrygian' type-and he further developed the new tactical formations of Jason of Pherai ..."

Daftar pustaka

  • Anderson, J.K, (1961) Ancient Greek Horsemanship, Berkeley and Los Angeles.
  • Connolly, P. (1981) Greece and Rome at War. Macdonald Phoebus, London. ISBN1-85367-303-X
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Phrygian helmets.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan