Minggu, 11 Oktober 2026
05:13 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Keterjangkauan

Keterjangkauan

tindak berupa membuat informasi, kegiatan dan/atau lingkungan masuk akal, berarti dan berguna untuk sebanyak mungkin orang

Bagikan:
250px-Decpac_boarding_ramp_trial_Platform_3_Roma_Street_Railway_Station_Brisbane_IMGP1243.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Uji coba jalur naik turun penumpang Decpac di peron 3 Stasiun Kereta Api Roma Street, Brisbane.

Keterjangkauan atau aksesibilitas (juga disebut keteraksesan, ketercapaian) adalah derajat kemudahan dicapai oleh orang, terhadap suatu objek, pelayanan ataupun lingkungan. Dalam pengertian yang lain bahwa keterjangkauan merupakan ukuran kemudahan lokasi untuk dijangkau dari lokasi lainnya melalui sistem pengangkutan. Ukuran keterjangkauan meliputi kemudahan waktu, biaya, dan usaha dalam melakukan perpindahan antara tempat atau kawasan.[1] Kemudahan jangkauan tersebut diterapkan pada bangunan, lingkungan dan fasilitas umum lainnya. Keterjangkauan juga difokuskan pada kemudahan bagi penyandang disabilitas untuk menggunakan fasilitas seperti pengguna kursi roda harus bisa berjalan dengan mudah di trotoar ataupun naik angkutan umum.

Penyandang disabilitas

Penyandang disabilitas, baik pengguna kursi roda maupun penyandang disabilitas netra, harus bisa menggunakan semua fasilitas umum seperti tulisan braille untuk menjelaskan fasilitas umum seperti di pengundak (lift), stasiun, dan trotoar bagi pejalan kaki yang menggunakan ubin pemandu.[2] Demikian pula bagi pengguna kursi roda yang harus bisa berpindah tempat di trotoar, naik dan turun ke angkutan umum, dan memasuki kantor-kantor pelayanan umum dengan atau tanpa dibantu.

Pengangkutan

250px-Curitiba_10_2006_04_RIT.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keterjangkauan menuju bus di kota Curitiba, Brasil

Di bidang pengangkutan atau transportasi, keterjangkauan adalah kemudahan mencapai suatu tujuan, dengan tersedianya berbagai laluan alterneatif menuju satu tempat.

Ukuran yang biasa digunakan dalam analisis lalu lintas i adalah

K e t e r j a n g k a u a n i = ∑ j P e l u a n g j × f ( C i j ) {\displaystyle Keterjangkauan_{i}=\sum _{j}{Peluang_{j}}\times f\left({C_{ij}}\right)} {\displaystyle Keterjangkauan_{i}=\sum _{j}{Peluang_{j}}\times f\left({C_{ij}}\right)}

Di mana:

  • i {\displaystyle i} {\displaystyle i} = indeks zona asal
  • j {\displaystyle j} {\displaystyle j} = indeks zona tujuan
  • f ( C i j ) {\displaystyle f\left({C_{ij}}\right)} {\displaystyle f\left({C_{ij}}\right)} = fungsi biaya perjalanan

Model keterjangkauan tersebut bisa dibuat untuk pengguna kendaraan pribadi maupun pengguna kendaraan umum. Secara lebih mudah keterjangkauan bisa dihitung atas dasar panjang jalan per kilometer persegi, semakin panjang berarti semakin terjangkau.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Muta'ali,Lutfi.(2015).Teknik Analisis Ragional Untuk Perencanaan Wilayah, Tata Ruang, Dan Lingkungan.Yograkarta:Badan perbit Fakultas Gegrafi (BPFG) Universitas Gajah Mada
  2. ↑ Thohari, Slamet (2014). "Pandangan Disabilitas dan Aksesibilitas Fasilitas Publik bagi Penyandang Disabilitas di Kota Malang". Indonesian Journal of Disability Studies. 1 (1): 27–37.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan