Kamis, 01 Oktober 2026
03:48 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Ketena

Ketena

Bagikan:
250px-Ketenes.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumus umum ketena.
250px-Ketene-3D-vdW.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ketena

Ketena adalah kelompok senyawa organik yang mengikuti rumus R2C=C=O. Hermann Staudinger adalah pelopor dalam penelitian ketena.[1] Ketena yang paling sederhana adalah ketika kedua gugus R merupakan atom hidrogen, dan nama ketena juga dapat merujuk kepada senyawa ini.

Sifat-sifat

Metil ketena adalah zat tak berwarna, memiliki bau tajam, dan jika terkena manusia dalam konsentrasi pekat, dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Kontak yang cukup lama juga dapat menyebabkan edema pulmonari. Metil ketena memiliki titik lebur -150.5 °C dan titik didih -56.1 °C.

Pembentukan

Pembentukan ketena dari asil klorida
Pembentukan ketena dari asil klorida
Sebuah basa, biasanya trietilamina, melepaskan proton asam di posisi alfa terhadap gugus karbonil, memicu pembentukan ikatan rangkap karbon-karbon dan lepasnya ion klorida.
  • Ketena dapat dibentuk melalui reaksi Wolff rearrangement, dari α-diazoketon
  • Asam fenilasetat dengan kehadiran basa akan melepaskan air menghasilkan fenilketena, disebabkan keasaman dari proton alfa.

Reaksi

Ketena memiliki kereaktifan yang tinggi, dan cenderung menempelkan dirinya ke molekul lain membentuk gugus asetil. Ketena juga dapat bereaksi dengan dirinya sendiri membentuk dimer siklis yang disebut diketena (oksetanon). Ketena juga dapat mengalami reaksi sikloadisi [2+2] dengan alkuna yang kaya elektron membentuk siklobutenon.

Reaksi antara diol (HO-R-OH) dan bis-ketena (O=C=CH-R'-CH=C=O) menghasilkan poliester dengan unit berulang (-O-R-O-CO-R'-CO-).

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Hermann Staudinger (1905). "Ketene, eine neue Körperklasse". Berichte der deutschen chemischen Gesellschaft. 38 (2): 1735–1739. doi:10.1002/cber.19050380283.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan