Sabtu, 26 September 2026
14:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Ketena

Ketena

250px-Ketenes.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumus umum ketena.
250px-Ketene-3D-vdW.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ketena

Ketena adalah kelompok senyawa organik yang mengikuti rumus R2C=C=O. Hermann Staudinger adalah pelopor dalam penelitian ketena.[1] Ketena yang paling sederhana adalah ketika kedua gugus R merupakan atom hidrogen, dan nama ketena juga dapat merujuk kepada senyawa ini.

Sifat-sifat

Metil ketena adalah zat tak berwarna, memiliki bau tajam, dan jika terkena manusia dalam konsentrasi pekat, dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Kontak yang cukup lama juga dapat menyebabkan edema pulmonari. Metil ketena memiliki titik lebur -150.5 °C dan titik didih -56.1 °C.

Pembentukan

Pembentukan ketena dari asil klorida
Pembentukan ketena dari asil klorida
Sebuah basa, biasanya trietilamina, melepaskan proton asam di posisi alfa terhadap gugus karbonil, memicu pembentukan ikatan rangkap karbon-karbon dan lepasnya ion klorida.
  • Ketena dapat dibentuk melalui reaksi Wolff rearrangement, dari α-diazoketon
  • Asam fenilasetat dengan kehadiran basa akan melepaskan air menghasilkan fenilketena, disebabkan keasaman dari proton alfa.

Reaksi

Ketena memiliki kereaktifan yang tinggi, dan cenderung menempelkan dirinya ke molekul lain membentuk gugus asetil. Ketena juga dapat bereaksi dengan dirinya sendiri membentuk dimer siklis yang disebut diketena (oksetanon). Ketena juga dapat mengalami reaksi sikloadisi [2+2] dengan alkuna yang kaya elektron membentuk siklobutenon.

Reaksi antara diol (HO-R-OH) dan bis-ketena (O=C=CH-R'-CH=C=O) menghasilkan poliester dengan unit berulang (-O-R-O-CO-R'-CO-).

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Hermann Staudinger (1905). "Ketene, eine neue Körperklasse". Berichte der deutschen chemischen Gesellschaft. 38 (2): 1735–1739. doi:10.1002/cber.19050380283.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan