Rabu, 04 November 2026
08:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kesultanan Geledi

Kesultanan Geledi

Bagikan:
Kesultanan Geledi
Saldanadda Geledi
سلالة غوبرون
Akhir abad ke-17–1910
Ibu kotaAfgooye
Bahasa umumSomali ·Arab
Agama 20px-Allah-green.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Islam
PemerintahanMonarki
Sultan
Imam
Shaykh
 
• Akhir abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-18
Ibrahim Adeer
• 1878 – 1910
Osman Ahmed
Sejarah 
• Didirikan
Akhir abad ke-17
• Dibubarkan
1910
Didahului olehDigantikan oleh
kslKesultanan
Ajuran
Somaliland Italia

Kesultanan Geledi (bahasa Somali: [Saldanadda Geledi] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan), bahasa Arab:سلطنة غلدي) adalah kerajaan Somali yang menguasai sebagian Tanduk Afrika pada akhir abad ke-17 dan abad ke-19. Kesultanan ini diperintah oleh Dinasti Gobroon. Kesultanan Geledi didirikan oleh seorang tentara yang telah mengalahkan berbagai vassal Kesultanan Ajuran yang bernama Ibrahim Adeer. Dinasti ini mencapai puncak kejayaannya di bawah kekuasaan Sultan Yusuf Mahamud Ibrahim, yang berhasil mengkonsolidasikan kekuasaan Geledi selama peperangan Bardera pada tahun 1843,[1] dan Sultan Ahmed Yusuf, yang berhasil memaksa kekuatan-kekuatan regional (seperti Kesultanan Oman) untuk memberikan upeti. Kesultanan ini pada akhirnya menjadi bagian dari Somaliland Italia pada tahun 1908 dan runtuh akibat kematian Osman Ahmed pada tahun 1910.[2]

250px-Geledi_sultanate.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Catatan kaki

  1. ↑ "Historical Dictionary of Somalia". hlm. xxix. Diakses tanggal 2014-02-15.
  2. ↑ "Historical Dictionary of Somalia". hlm. 210. Diakses tanggal 2014-02-15.

Referensi

Bacaan lanjut

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan