Selasa, 03 November 2026
01:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Kesetimbangan sekuler

keadaan ketika jumlah suatu isotop radioaktif tetap konstan

Bagikan:

Dalam bidang fisika nuklir, kesetimbangan sekuler adalah keadaan ketika jumlah suatu isotop radioaktif tetap konstan karena laju pembentukannya (misalnya akibat peluruhan isotop induk) sama dengan laju peluruhannya. Salah satu contohnya adalah generator germanium-68/galium-68 yang umum digunakan untuk menghasilkan radiofarmasetika untuk pencitraan PET.[1]

Dalam peluruhan radioaktif

Kesetimbangan sekuler hanya dapat terjadi dalam suatu rantai peluruhan radioaktif apabila waktu paruh radionuklida anak B jauh lebih pendek daripada waktu paruh radionuklida induk A. Dalam kondisi ini, laju peluruhan A, dan dengan demikian laju pembentukan B, dapat dianggap hampir konstan karena waktu paruh A sangat panjang dibandingkan dengan skala waktu yang diamati. Jumlah radionuklida B akan terus bertambah hingga jumlah atom B yang meluruh setiap satuan waktu sama dengan jumlah atom B yang terbentuk setiap satuan waktu. Pada saat itu, jumlah radionuklida B mencapai nilai konstan yang disebut keadaan setimbang. Dengan asumsi bahwa konsentrasi awal radionuklida B adalah nol, keadaan setimbang penuh biasanya baru tercapai setelah beberapa kali waktu paruh radionuklida B.

Jumlah radionuklida B pada saat kesetimbangan sekuler tercapai ditentukan oleh jumlah radionuklida induknya, A, serta waktu paruh kedua radionuklida tersebut. Hal ini dapat dilihat dari laju perubahan jumlah atom radionuklida B terhadap waktu:

d N B d t = λ A N A − λ B N B , {\displaystyle {\frac {dN_{B}}{dt}}=\lambda _{A}N_{A}-\lambda _{B}N_{B},} {\displaystyle {\frac {dN_{B}}{dt}}=\lambda _{A}N_{A}-\lambda _{B}N_{B},}

dengan λA dan λB adalah konstanta peluruhan radionuklida A dan B, yang berhubungan dengan waktu paruh t1/2 melalui persamaan λ = ln ⁡ ( 2 ) / t 1 / 2 {\displaystyle \lambda =\ln(2)/t_{1/2}} {\displaystyle \lambda =\ln(2)/t_{1/2}}, sedangkan NA dan NB adalah jumlah atom radionuklida A dan B pada waktu tertentu.

Kesetimbangan sekuler terjadi ketika d N B / d t = 0 {\displaystyle dN_{B}/dt=0} {\displaystyle dN_{B}/dt=0}, atau

N B = λ A λ B N A . {\displaystyle N_{B}={\frac {\lambda _{A}}{\lambda _{B}}}N_{A}.} {\displaystyle N_{B}={\frac {\lambda _{A}}{\lambda _{B}}}N_{A}.}

Dalam jangka waktu yang cukup lama, yang sebanding dengan waktu paruh radionuklida A, kesetimbangan sekuler hanya bersifat mendekati. NA akan terus berkurang mengikuti persamaan

N A ( t ) = N A ( 0 ) e − λ A t , {\displaystyle N_{A}(t)=N_{A}(0)e^{-\lambda _{A}t},} {\displaystyle N_{A}(t)=N_{A}(0)e^{-\lambda _{A}t},}

Akibatnya, jumlah radionuklida B pada keadaan "setimbang" juga akan menurun seiring waktu. Namun, untuk waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan waktu paruh radionuklida A, yaitu ketika λ A t ≪ 1 {\displaystyle \lambda _{A}t\ll 1} {\displaystyle \lambda _{A}t\ll 1}, maka fungsi eksponensial dapat didekati sebagai 1.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Velikyan, Irina (16 Juli 2015). "68Ga-Based Radiopharmaceuticals: Production and Application Relationship". Molecules (dalam bahasa Inggris). 20 (7): 12913–12943. doi:10.3390/molecules200712913. ISSN 1420-3049. PMC 6332429. PMID 26193247.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan