
Kerusakan adalah segala perubahan pada suatu objek, umumnya benda fisik, yang menurunkan kualitasnya ketimbang kondisi awalnya. Kerusakan dapat secara umum didefinisikan sebagai "perubahan-perubahan yang diperkenalkan kepada suatu sistem yang memberi dampak buruk bagi kinerja sistem kini maupun di masa depan".[1] Kerusakan "tidak mesti mengimplikasikan kehilangan fungsionalitas sistem secara menyeluruh, tetapi kerusakan mengimplikasikan sistemnya tidak dapat beroperasi secara optimal".[1] Kerusakan pada benda fisik adalah "proses fisik progresif yang menyebabkannya rusak".[2]: 1. dan mencakup tegangan mekanik yang melemahkan suatu struktur, bahkan meski hal ini tidak tampak.[2]: ix. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah atau mengurangi dampak kerusakan dikenal sebagai "pengendalian kerusakan".
Kerusakan fisik
Semua kerusakan fisik dimulai dari tingkat atom, dengan pergeseran atau putusnya ikatan atom, dan laju kerusakan yang terjadi pada benda fisik apapun dengan demikian bergantung pada elastisitas ikatan-ikatan tersebut dalam suatu material yang terkenal tegangan. Kerusakan dapat terjadi ketika ikatan-ikatan kimia tidak sepenuhnya putus tetapi bergeser, menghasilkan rongga-rongga konsentrasi dan difusi suatu material yang tidak stabil, yang lebih rentan patah.[2]: 1. Pengaru gaya luar pada suatu material bergantung pada plastisitas atau elastisitas relatif materialnya; bila suatu material cenderung lebih elastis, maka perubahan terhadap konsistensinya dapat dibalikkan, dan dapat memantul kembali dari kemungkinan kerusakan. Namun, bila materialnya cenderug lebih plastis, maka perubahannya akan permanen, dan tiap perubahan meningkatkan kemungkinan terjadinya retak atau patah pada material.[2]: 2–3.