Jumat, 09 Oktober 2026
08:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Kertas daluang

Kertas daluang

Bagikan:
250px-Kertas_Daluang_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kertas daluang

Kertas daluang adalah jenis kertas yang terbuat dari kulit kayu pohon daluang. Pembuatan kertas daluang dilakukan oleh rumpun suku bangsa Austronesia di Pulau Jawa. Kertas daluang merupakan media tulis dengan kualitas yang rendah karena cepat rusak. Penggunaan kertas daluang secara luas di wilayah Indonesia dapat ditemukan di Tatar Sunda, Bali dan Pulau Madura sejak akhir abad ke-16 Masehi hingga abad ke-18 Masehi. Salah satu daerah di Indonesia yang banyak mengoleksi manuskrip Islam yang terbuat dari kertas daluang adalah Kabupaten Pamekasan.

Pembuatan

250px-Broussonetia_papyrifera_MHNT_Texture_of_the_trunk.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tekstur kulit kayu pada batang pohon daluang.

Kertas daluang merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari kulit kayu dari pohon daluang (Broussonetia papyrifera).[1] Pembuatan kertas daluang dilakukan oleh masyarakat kuno dari rumpun suku bangsa Austronesia di Pulau Jawa. Cara pembuatan kertas daluang adalah dengan ditumbuk. Pembuatan kertas daluang memiliki kemiripan metode dengan pembuatan kulit kayu oleh masyarakat kuno di Hawaii.[2] Sejak akhir abad ke-16 Masehi, pusat pembuatan kertas daluang berada di tiga daerah yaitu Kabupaten Garut di Jawa Barat, Kabupaten Purworejo di Jawa Tengah, dan Kabupaten Ponorogo di Jawa Timur.[3] Pada abad ke-18 Masehi, kertas daluang diproduksi oleh pesantren-esantren yang ada di Pulau Jawa.[4]

Kualitas

Serat pada kertas daluang terasa kasar.[5] Permukaan kertas daluang masih menampakkan serat-serat kayunya.[3] Penampakan Kualitas kertas daluang sebagai media tulis termasuk rendah karena membuat tampilan kertas menjadi tidak menarik untuk dipandang. Selain itu, kertas daluang cepat mengalami kerusakan.[6]

Namun, dengan proses pembuatan yang lebih baik, kualitas kertas daluang bisa lebih baik dan tahan lama dari kertas biasa karena kertas daluang tidak menggunakan zat-zat sintetis dalam proses pembuatannya. Untuk mendapat tekstur permukaan yang lebih halus, dilakukan penggosokan dengan kerang. Nitami. "DALUANG: KERTAS ASLI INDONESIA". Museum Pendidikan Nasional.[7]

Pemanfaatan

Kertas daluang merupakan salah satu media tulis-menulis yang digunakan oleh masyarakat tradisional di Nusantara sebelum penggunaan kertas dan tinta tulis modern.[8] Penggunaan kertas daluang di wilayah Indonesia dapat ditemukan di Tatar Sunda, Pulau Jawa, Pulau Bali dan Pulau Madura.[9][3][6][10] Kertas daluang mulai digunakan di Pulau Jawa sejak akhir abad ke-16 Masehi untuk menuliskan sastra Jawa bercorak Islam.

Masyarakat awam di Bali menggunakan kertas daluang untuk menulis manuskrip yang berisi ajaran Islam.[6] Penggunaan kertas daluang menjadi salah satu ciri khas manuskrip Islam yang dibuat oleh masyarakat muslim di Kabupaten Buleleng.[11] Sedangkan di Pulau Madura, kertas daluang digunakan secara massal oleh para ulama dan cendekiawan untuk menulis manuskrip-manuskrip tentang ajaran Islam.[10]

Kertas daluang mulai tidak digunakan lagi di istana kerajaan maupun pengadilan yang ada di Pulau Jawa sejak abad ke-18 Masehi. Penggunaan kertas daluang mulai digantikan oleh kertas yang digunakan oleh bangsa-bangsa dari Eropa untuk menulis buku seiring dengan penjajahan atas wilayah Nusantara. Namun kertas daluang masih digunakan oleh pesantren-pesantren di Pulau Jawa selama abad ke-18 Masehi.[4]

Pengoleksian manuskrip

250px-Kenduri_sko_oleh_Denas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Manuskrip Naskah Tanjung Tanah yang terbuat dari kertas daluang, dibersihkan secara simbolis dalam Kenduri Sko.

Mansukrip tertua yang menggunakan kertas daluang sebagai media tulisnya adalah Naskah Tanjung Tanah yang ditulis pada abad ke-14 Masehi di luar Pulau Jawa. Sedangkan manuskrip dtertua yang ditulis dalam bahasa Jawa dan terbuat dari kertas daluang adalah Naskah Sunan Bonang yang ditulis selama akhir abad ke-16 Masehi.[3]

Koleksi manuskrip Islam yang terbuat dari kertas daluang banyak ditemukan di Kabupaten Pamekasan. Pondok Pesantren Sumber Anyar yang berlokasi di Kabupaten Pamekasan mengoleksi sebanyak 538 manuskrip Islam yang terbuat dari kertas daluang dengan usia manuskrip berkisar antara 400 hingga 500 tahun.[10] Sementara itu, pada Museum Linggam Cahaya di Pulau Lingga mengoleksi sebuah Mushaf Al-Qur'an kuno yang merupakan satu-satunya manuskrip Islam dari kertas daluang yang dibuat di wilayah Kepulauan Riau.[12]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Rupa, I. W., dkk. (Juni 2020). Manuskrip Lontar di Provinsi Bali (PDF). Badung: Penerbit Kepel Press. hlm. 14. ISBN 978-602-356-336-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Permadi 2023, hlm. 44.
  3. 1 2 3 4 Hidayat, dkk. 2020, hlm. 27.
  4. 1 2 Hidayat, dkk. 2020, hlm. 27-28.
  5. ↑ Nurhadi (Juni 2017). Aningtyas, R. D., dan Damayanti, R. (ed.). Handbook of Writing (Panduan Lengkap Menulis) (PDF). Jakarta: PT Bumi Aksara. hlm. 2. ISBN 978-602-217-978-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 3 Hidayat, dkk. 2020, hlm. 2.
  7. ↑ Nitami, Dilla Febrianty (2024-06-09). "DALUANG: KERTAS ASLI INDONESIA DALUANG: KERTAS ASLI INDONESIA - Dilla Febrianty Nitami". Diakses tanggal 2026-07-26.
  8. ↑ Permadi 2023, hlm. 43.
  9. ↑ Herlina, Nina (Juli 2020). Metode Sejarah Edisi Revisi (PDF). Bandung: Satya Historika. hlm. 48. ISBN 978-602-7859-14-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. 1 2 3 Mutmainnah (2023). Effendy, M. H., dkk. (ed.). Perspektif Guru di Pamekasan terhadap Permuseuman dan Kearifan Lokal Madura (PDF). Pamekasan: IAIN Madura Press. hlm. 84. ISBN 978-623-5614-19-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ↑ Hidayat, dkk. 2020, hlm. 109.
  12. ↑ Akbar, A., dkk. (November 2017). Mustopa (ed.). Mushaf Kuno Nusantara: Pulau Sumatera (PDF). Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. hlm. 91. ISBN 978-979-111-026-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan