Rabu, 04 November 2026
09:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kerajaan Arles

Kerajaan Arles

kerajaan di Eropa yang aktif pada Abad Pertengahan Awal

Bagikan:
KerajaanArles
Royaume d’Arles  (Prancis)
933–1378
Kerajaan Arles/Bourgogne di Eropa pada awal abad ke-11
Kerajaan Arles/Bourgogne di Eropa pada awal abad ke-11
250px-Map_Kingdom_Arelat_EN.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bourgogne pada abad ke12–13:
  Kerajaan Arles
  Dependensi kadipaten
StatusKerajaan di Kekaisaran Romawi Suci(dari tahun 1032)
Ibu kotaArles
PemerintahanMonarki
Raja 
Era SejarahAbad pertengahan
• Penyatuan kerajaan Hulu dan
Hilir
933
• Rudolf III menjanjikan pewarisan kepada Raja Heinrich II dari Jerman


Mei 1006
• Rudolf III meninggal tanpa keturunan; kerajaan diwarisi oleh Kaisar Konrad II


6 September 1032

1361
• Karl IV mengangkat
Charles, Dauphin Prancis
sebagai reichsvicar
1378
Luas
1000133.400 km2 (51.500 sq mi)
Didahului olehDigantikan oleh
Bourgogne Hulu
Bourgogne Hilir
Freigrafschaft Burgund
Contea di Savoia
Sekarang bagian dari Prancis
 Italia
 Swiss

Kerajaan Arles (Arelat) atau Kerajaan Bourgogne Kedua adalah sebuah kerajaan Frank yang didirikan dari wilayah Kerajaan Orang-Orang Bourgogne pada tahun 933 dengan menggabungkan kerajaan Bourgogne Hulu dan Hilir pada masa Raja Rudolf II.

Kerajaan baru ini dinamai dari kediaman penguasa Bourgogne Hilir di Arles. Wilayahnya terbentang dari Laut Tengah hingga hulu Sungai Rhein di utara, kurang lebih mencakup wilayah Provence-Alpes-Côte d'Azur, Rhône-Alpes dan Franche-Comté di Prancis modern, serta wilayah Swiss barat. Wilayah ini dikuasai oleh raja-raja independen hingga tahun 1032[1] dan kemudian menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi Suci.

Catatan kaki

  1. ↑ The New Columbia Encyclopedia 1975, 150

Daftar pustaka

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan