Kamis, 29 Oktober 2026
09:35 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Kerajaan Mapungubwe

Bagikan:
Kerajaan Mapungubwe
Mapungubwe
1075–1220
StatusKerajaan
PemerintahanMonarki
Sejarah 
• Kebudayaan K2 dan Schroda pindah ke Bukit Mapungubwe
1075
• Bukit Mapungubwe ditinggalkan
1220

Kerajaan Mapungubwe (1075–1220) adalah sebuah negara yang terletak di pertemuan Sungai Shashe dan Limpopo di Afrika bagian selatan. Pada puncaknya kerajaan ini memiliki jumlah penduduk sebesar 5.000 jiwa. Ibu kota kerajaan ini disebut Mapungubwe yang saat ini merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO.

Masyarakat Mapungubwea diduga memiliki sistem sosial berdasarkan kelas: para pemimpinnya terpisah dari penduduknya dan memiliki status yang lebih tinggi. Arsitektur Mapungubwe juga menunjukkan "bukti paling awal kepemimpinan yang suci di Afrika bagian selatan".[1]

Kehidupan di Mapungubwe berkisar pada keluarga dan pertanian. Beberapa situs didirikan untuk upacara inisiasi, aktivitas rumah tangga, dan fungsi-fungsi sosial lainnya. Hewan ternak hidup di kraal yang terletak dekat dengan rumah warga.

Referensi

  1. ↑ "Origin of Species and Evolution, Wits University Showcase" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2009-11-22. Diakses tanggal 2017-03-16.

22°11′33″S 029°14′20″E / 22.19250°S 29.23889°E / -22.19250; 29.23889

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan