Sabtu, 24 Oktober 2026
06:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Kerajaan Bitinia

Kerajaan Bitinia

kerajaan Helenistik yang berdiri dari abad ke-4 SM hingga tahun 74 SM

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Juni 2025)
Kerajaan Bitinia
Βιθυνία
Kerajaan Bitinia pada puncak kejayaan selama akhir masa pemerintahan Prusias I (182 SM).
Kerajaan Bitinia pada puncak kejayaan selama akhir masa pemerintahan Prusias I (182 SM).
Ibu kotaNikomedia
PemerintahanMonarki
Raja 
• 297–278 SM
Zipoetes I (pertama)
• ca 94–74 SM
Nikomedes IV (terakhir)
Era SejarahPeriode Helenistik
• Zipoetes I menobatkan diri sebagai basileus
297 SM
• Dianeksasi oleh Republik Romawi sebagai Bithynia et Pontus
63 SM
Sekarang bagian dariTurki

Kerajaan Bitinia (bahasa Yunani Kuno:Βιθυνία) adalah sebuah kerajaan Helenistik yang berpusat di daerah historis Bitinia, yang tampaknya didirikan pada abad ke-4 SM. Di tengah Perang Diadochi, Zipoites menyandang gelar raja (basileus) pada tahun 297 SM.[1][2] Putranya beserta penerusnya, Nikomedes I, mendirikan Nikomedia, yang segera bangkit menuju kemakmuran. Selama masa pemerintahannya yang panjang (ca 278–ca 255 SM), serta masa pemerintahan penerusnya, Prusias I (m. ca 228 – 182 SM), Prusias II (m. ca 182 – 149 SM) dan Nikomedes II (m. ca 149 – 127 SM), Kerajaan Bitinia berada dalam kondisi makmur dan memiliki kedudukan dan pengaruh yang cukup besar terhadap monarki-monarki kecil di kawasan Anatolia. Namun raja terakhir, Nikomedes IV, tidak mampu mempertahankan kekuasaannya melawan Mithridates VI dari Pontus. Setelah dipulihkan ke tahtanya oleh Senat Romawi, ia mewariskan kerajannya melalui wasiat kepada republik Romawi pada tahun 74 SM dan wilayah kerajaan ini menjadi sebuah provinsi bernama Bithynia et Pontus pada tahun 63 SM.[3][2]

Uang logam kerajaan ini menampilkan kewibawaan rajanya, yang cenderung diukir dalam gaya Helenistik yang sangat mahir.[4]

Sejarah

Sejarah awal

Populasi di Bitinia diduga merupakan keturunan bangsa Trakia.[2] Menurut Memnon dari Heraclea, pangeran setempat Bas dari Bitinia berhasil mengalahkan jenderal bawahan Aleksander Agung bernama Kalas, dalam pertempuran (mungkin tahun 330 SM).[5] Putranya, Zipoites I, menyandang gelar basileus ("raja") pada tahun 297 SM.[1]

Putra sekaligus penerusnya, Nikomedes I, mendirikan Nikomedia, yang segera bangkit menuju kemakmuran, dan selama masa pemerintahannya yang panjang (ca 278–ca 255 SM), Bitinia memiliki kedudukan dan pengaruh yang cukup besar terhadap monarki-monarki kecil di kawasan Anatolia.

Referensi

  1. 1 2 Williams 1990, hlm. 10. sfn error: tanpa target: CITEREFWilliams1990 (bantuan)
  2. 1 2 3 "Bithynië". Encarta Encyclopedie Winkler Prins (dalam bahasa Belanda). Microsoft Corporation/Het Spectrum. 2002.
  3. ↑ Chisholm 1911, hlm. 13. sfn error: tanpa target: CITEREFChisholm1911 (bantuan)
  4. ↑ "Kings of Bithynia - Asia Minor Coins - Photo Gallery". www.asiaminorcoins.com.
  5. ↑ Smith 2004, Chapters 1–21. sfn error: tanpa target: CITEREFSmith2004 (bantuan)
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan