Rabu, 21 Oktober 2026
21:14 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Kepulauan Rote

Kepulauan Rote

kepulauan di Nusa Tenggara Timur

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Rote.
Kepulauan Rote
330px-Rote_%28Island%29_123.05527E_10.71620S.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Citra satelit kepulauan Rote
osm-intl,7,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kepulauan_Rote&revid=30022244&groups=_ab78402ed76993f8bc84d8086f5dbfd2349e03c8&parser=parsoid
Peta interaktif Kepulauan Rote
Geografi
LokasiAsia Tenggara
Koordinat10°45′29″S 123°03′45″E / 10.75806°S 123.06250°E / -10.75806; 123.06250
KepulauanKepulauan Sunda Kecil
Luas1.200 km2
Pemerintahan
NegaraIndonesia
Kota terbesarBa'a
Kependudukan
Penduduk148.811 jiwa(2022)[1]

Kepulauan Rote, juga disebut Kepulauan Roti, adalah sebuah kepulauan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kepulauan ini merupakan wilayah paling selatan Indonesia.[2] Daerah ini terkenal dengan kekhasan budidaya lontar, wisata alam pantai, musik sasando, dan topi adat Ti'i langga.[3] Kepulauan Rote dengan pulau terbesar, pulau Rote, beserta pulau-pulau kecil di sekitarnya berstatus sebagai kabupaten dengan nama Kabupaten Rote Ndao melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2002.[4]

Geografi

Kepulauan

250px-Rote_Island_en.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta kepulauan Rote

Kepulauan Rote terdiri atas 96 pulau, 6 di antaranya berpenghuni: Pulau Rote dengan luas 97.854 Ha, Pulau Usu di timur laut dengan luas 1.940 Ha, Pulau Nuse dengan luas 566 Ha dan Pulau Ndao dengan luas 863 Ha dan Pulau Do'o di barat dengan luas 192 Ha, Pulau Landu di selatan dengan luas 643 Ha, dan 90 pulau lainnya tidak dihuni manusia.[5] Wilayah ini beriklim kering yang dipengaruhi angin muson dan musim hujan relatif pendek (3-4 bulan). Bagian utara dan selatan berupa pantai dengan dataran rendah, sementara bagian tengah merupakan lembah dan perbukitan. Pulau ini dapat dikelilingi dalam jangka waktu yang relatif singkat.

Pulau Pamana / Ndana dalam bahasa sehari-hari penduduk setempat, merupakan pulau terselatan di Indonesia dan Asia.

Transportasi

Dari Kupang, ibu kota Nusa Tenggara Timur, daerah ini bisa dicapai dengan angkutan laut maupun pesawat terbang. Lalu lintas barang dan jasa umumnya mengandalkan kapal feri yang setiap hari melayani rute Kupang-Pantai Baru sekitar empat jam atau dengan kapal cepat rute Kupang ke Baa sekitar dua jam. Hanya saja jalur ini terkadang terhalang cuaca buruk. Rute lain dilayani oleh perahu dan kapal motor dari pelayaran rakyat (Pelra), seperti Papela (Rote Timur), Oelaba (Rote Barat Laut), Batutua (Rote Barat Daya), dan Ndao (Pulau Ndao). Jalur udara sekarang telah dilayani sehari sekali dari Kupang ke Baa.

Sejarah

330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_Radja_van_Bilba_met_zijn_gezin_Roti_TMnr_10001755.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Raja Bilba dan permaisuri (masa Hindia Belanda).
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Inlandse_school_te_Termanu_op_het_eiland_Roti_Indonesi%C3%AB_TMnr_10002379.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sekolah untuk anak pribumi di Termanu pada masa Hindia Belanda.

Beberapa raja Rote yang terekam dalam sejarah adalah raja Tou Dengga Lilok. Moyang Tou Dengga Lilok berasal dari Bula Kay, dengan urutan keturunan: Bula Kay memperanakan Loma Bula, Loma Bula memperanakan Ou Loma, Ou Loma memperanakan Kadau Ou, Kadau Ou memperanakan Kasu Kadau, Kasu Kadau memperanakan Doitama Kasu, Doitama Kasu memperanakan Tou Dengga Lilok.

Tou Dengga Lilok dinobatkan sebagai Raja Baa dan kekuasaannya meliputi Rote Baa pada zaman penjajahan Portugis dan kolonial Belanda.

Tou Dengga Lilok memperanakkan Nduk dan Bulakh. Dari keturunan Nduk inilah maka muncul marga-marga suku Ene, di antaranya Panie, Dae Panie, Fola Panie, Foeh, Detaq, dll.

Pertanian

Peran tanaman pangan 18,22% dari total pertanian yang menyumbang setengah kegiatan ekonomi, sementara peternakan 17,48% dan perikanan 12,22%. Dari 53.986 orang usia 15 tahun ke atas yang bekerja, mereka yang berkegiatan di pertanian tanaman pangan paling tinggi (62,46%) — terutama di Lobalain dan Rote Barat Laut — sedangkan perikanan meyumbang 5,74% dan peternakan 2,14%.

Luas lahan sekitar 53.797 hektaree, 13.000 di antaranya sawah irigasi untuk padi gogo rancah. Produksi per hektare 4-5 ton atau rata-rata 23.697 ton per tahun. Di luar padi, tanaman yang cukup penting nilainya adalah kacang tanah biji besar yang berkadar kolesterol rendah, bawang merah, semangka, lombok, jagung, dan sorgum. Sebagian besar dihasilkan di Rote Barat Daya, Rote Barat Laut, Rote Timur, dan Pantai Baru.

Komoditas lain

Komoditas lain yang terkenal adalah lontar, kelapa, dan jambu mete. Dengan lahan sekitar 82.000 ha, dihasilkan gula rata-rata 200 ton per tahun. Penduduk biasanya mengolah nira lontar menjadi gula lempeng, gula semut, gula air, dan sopi. Sopi adalah minuman khas Rote Ndao yang merupakan fermentasi nira dan mengandung alkohol tinggi. Jika diolah lebih lanjut, hasilnya bisa dipakai alkohol medik.

Peternakan

Di balik keterpencilannya, Rote memiliki lahan penggembalaan ternak. Sampai sekarang padang penggembalaan yang dimanfaatkan 20.512 ha atau sekitar 16% dari luas wilayah. Ini belum termasuk 40.000-an ha lahan tidur yang bisa dipakai untuk kegiatan itu. Sebagian besar merupakan padang rumput alam, terutama jenis andropogon, sedang pada lahan tidur merupakan rumput alam dan lahan kering dengan vegetasi semak belukar.

Sapi, kerbau, dan kuda banyak diternakkan di Rote Timur, Rote Tengah, dan Rote Barat Laut. Sampai tahun lalu, populasi sapi 19.277 ekor, kerbau 10.524 ekor, dan kuda 4.095 ekor. Ketiganya menjadi komoditas yang dijual ke Jakarta dan Makassar melalui Kupang. Hingga Februari 2004, "ekspor" sapi potong 1.336 ekor, kerbau 1.000 ekor, dan kuda 350 ekor. Untuk pasar Jawa, kuda diperlukan untuk hewan penarik, sedang di Makassar sebagai kuda beban di daerah yang belum terjangkau transportasi darat.

Beternak merupakan tradisi orang Rote sejak dulu. Sistem pemeliharaan pun masih tradisional, dilepas bebas di alam terbuka dan dikandangkan kalau ada keperluan. Sebagai daerah peternakan, keperluan daging pasar lokal sudah terpenuhi. Sebelum lepas dari kabupaten induk yakni Kabupaten Kupang, daerah ini merupakan penghasil tingkat provinsi.

Komoditas ternak rupanya mengalami sejumlah masalah. Selain pola pemeliharaan, kondisi alam membuat suplai pakan dan air pada musim kemarau menurun. Umumnya sungai ada di bagian yang rendah. Debit air di musim kemarau amat kecil, bahkan banyak yang kering karena daerah tangkapan air (hulu) sungai tidak berhutan. Kendala lainnya adalah kerugian akibat wabah penyakit hewan seperti septihemia epizootica (SE) yang menyerang sapi dan kerbau dan hog cholera pada babi. Karena banyak jalan yang belum diaspal, biaya transportasi dari kecamatan ke pelabuhan menjadi tinggi. Di sisi lain, angkutan laut (untuk ternak) ke Kupang hanya mengandalkan kapal feri. Selain itu, pencurian, modal peternak yang terbatas, dan ancaman rumput belalang serta acasia nilotika (yang mematikan rumput alam) juga menjadi masalah.

Artikel terkait

Pranala luar

Rujukan

  1. ↑ "Kabupaten Rote Ndao dalam Angka – 2021" (dalam bahasa Indonesia). BPS Kabupaten Rote Ndao. hlm. 52–56. Diakses tanggal Februari 2021. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ Profil Kepulauan Provinsi NTT Diarsipkan 2015-04-08 di Wayback Machine, diakses dari situs pemerintah NTT pada 21 Maret 2015
  3. ↑ Pulau Rote. Diakses dari situs Travel Indonesia pada 21 Maret 2015
  4. ↑ UU No 9 Tahun 2002. Diarsipkan 2017-08-31 di Wayback Machine Diakses dari situs kemendagri pada 21 Maret 2015
  5. ↑ "Situs Pemkab Rote Ndao". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-14. Diakses tanggal 2019-06-22.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan