
Kenelm Digby (11 Juli 1603 – 11 Juni 1665) adalah seorang angkatan laut dan diplomatis dari Prancis.[1] Dia adalah orang yang sangat teliti dan detail dalam banyak hal, salah satunya adalah biografi yang dituliskannya.[2] Dia menikah dengan Vanetia Stanley yang sangat dia cintai.[2] Dia dilahirkan pada tahun 1603 dan meninggal pada tahun 1665.[1] Digby terlibat dalam sebuah operasi militer dalam sebuah petualangan privat yang menangkap beberapa kapal Flemish dan Spanyol.[1] Hal ini mendapat keluhan dari Venesia, tetapi tidak dihiraukan oleh pemerintahan Inggris.[1] Kemenangan dalah peristiwa ini terjadi pada Juni 1628.[2] Dan kisah tentang peristiwa ini dituliskan untuk istri yang dia cintai itu.[2]
Pemikiran filsafatnya berusaha menggabungkan pemikiran Aristotelian, mekanisme, dan idealisme.[1] Dalam keyakinan beragama, dia berada di tengah-tengah antara Katolik dan Protestan.[1] Dia banyak menghabiskan waktu di Paris untuk bekerja dan belajar, dan pada tahun 1644 dea menerbitkan risalah, Tabiat tubuh dan Tabiat Jiwa (On The Nature of The Bodies and On The nature of The Soul).[1] Dia sepakat dengan teori yang bersifat sel hidup yang menyatakan perbedaan yang tajam antara substansi dan jumlah benda.[1] Substansi adalah esensi dari benda-benda, bukan materinya, yang kelihatan, dapat dihitung, memiliki ukuran dan kelihatan oleh mata.[1] Setiap pengetahuan tergantung pada pemersatu kapasitas dari jiwa, Digby percaya aktivitas ini begitu unik dan tidak ada "intelek" yang ada di dalamnya.[1]
Karier
Sekitar tahun 1625, ia menikahi Venetia Stanley, yang proses pendekatannya ia gambarkan secara penuh teka-teki dalam memoarnya. Ia juga telah menjadi anggota Dewan Penasihat Charles I dari Inggris. Karena agama Katolik Roma yang dianutnya menghambat pengangkatannya ke jabatan pemerintahan, ia beralih ke Anglikanisme.
Istrinya, Venetia, yang dikenal karena kecantikannya, meninggal secara mendadak pada tahun 1633. Peristiwa tersebut mendorong pembuatan potret terkenal di ranjang kematiannya oleh Van Dyck dan penulisan elegi oleh Ben Jonson. (Digby kemudian menjadi pelaksana sastra Jonson. Puisi Jonson tentang Venetia kini sebagian telah hilang karena lembar bagian tengah dari sehelai kertas yang memuat satu-satunya salinan puisi tersebut telah hilang.) Dilanda kesedihan dan menjadi sasaran kecurigaan yang cukup besar sehingga Kerajaan memerintahkan otopsi terhadap jenazah Venetia—hal yang jarang dilakukan pada masa itu—Digby mengasingkan diri di Gresham College dan berusaha melupakan persoalan pribadinya melalui eksperimen ilmiah serta kembali memeluk agama Katolik. Dalam Gresham College, ia memegang jabatan tidak resmi tanpa menerima bayaran dari perguruan tinggi tersebut. Bersama ahli kimia asal Hungaria, Johannes Banfi Hunyades, Digby membangun sebuah laboratorium di bawah tempat tinggal Gresham Professor of Divinity, tempat keduanya melakukan eksperimen botani.[3]
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 (Inggris)Albert E. Avey., Handbook in The History of Philosophy, New York: Barnes & Noble, Inc, 1954
- 1 2 3 4 (Inggris) Kenelm Digby., Private memoirs of Sir Kenelm Digby, London: Saunders and Outlet, Conduit Street, 1827
- ↑ Adamson, I. R. (1980). "The Administration of Gresham College and its Fluctuating Fortunes as a Scientific Institution in the Seventeenth Century". History of Education. 9 (1): 20. doi:10.1080/0046760800090102.