Jumat, 06 November 2026
13:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Kempas

Kempas

Bagikan:
Kempas
250px-Koompassia_malaccensis_%283332167523%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Genus: Koompassia
Spesies:
K. malaccensis
Nama binomial
Koompassia malaccensis

Kempas (Lat.: Koompassia malaccensis) adalah tumbuhan pohon yang termasuk suku Caesalpiniaceae, tersebar di Malaysia, Sumatra, Bangka, Belitung, dan Kalimantan.[3] Tumbuhan ini juga disebut impas.[3] Tingginya mencapai 30 meter, daun majemuk, menyirip, terdiri atas 5-8 anak daun berbentuk bundar telur.[3] Buah berupa polong, tidak pecah walaupun telah masak.[3] Tanaman ini berkembang biak dengan biji, tumbuh didataran rendah dibawah ketinggian 600 meter di atas permukaan laut, pada tanah-tanah kering.[3] Kayu berkelas berkekuatan II-I dan kelas keawetan IV-III.[3]

Kayunya sukar dibubut, tetapi dapat diserut dengan mesin sampai halus meskipun agak berbulu.[4] Jika diampelas dapat menghasilkan permukaan yang halus, tetapi perlu didempul sebelum dipelitur.[4] Kayu kempas dapat dibor, dibuat lubang persegi dan diampelas dengan hasil sangat baik serta dapat diserut dan dibentuk dengan baik, tetapi pembubutan memberi hasil yang buruk.[4] Kayu kempas sebaiknya dibor dahulu sebelum dipaku supaya jangan pecah.[4] Karena agak asam, kayu kempas dapat menimbulkan karat pada logam.[4]

Dalam pemanfaatannya, kempas banyak digunakan untuk bahan konstruksi berat, bantalan kereta api, bangunan kerangka pintu serta penggunaan struktural lainnya.[5] Karena kekerasannya yang sangat tinggi, sedang keawetannya rendah, kayu kempas jarang digunakan sebagai bahan bangunan.[5] Penduduk banyak memakainya untuk balok serut, tetapi jarang digunakan untuk mebel.[5] Pohon muda yang belum memiliki kayu teras tidak digunakan karena kayu gubalnya sama sekali tidak awet.[5]

Referensi

  1. ↑ Asian Regional Workshop (Conservation & Sustainable Management of Trees, Viet Nam) 1998. Koompassia malaccensis[pranala nonaktif permanen]. 2006 IUCN Red List of Threatened Species. Downloaded on 19 July 2007.
  2. ↑ Hou, Ding (2000). "Koompassia malaccensis Maingay ex Benth.". Dalam Soepadmo, E.; Saw, L. G. (ed.). Tree Flora of Sabah and Sarawak. (free online from the publisher, lesser resolution scan PDF versions). Vol. 3. Forest Research Institute Malaysia. hlm. 154, 156. ISBN 983-2181-06-2. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-09-27. Diakses tanggal 12 Juni 2008.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 5 6 (Indonesia) Hassan Shadily Ensiklopedi Indonesia Jilid ke-4. 1984. Jakarta: Ictiar Baru- Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects. hal 2207.
  4. 1 2 3 4 5 (Indonesia) Martawijaya A, Iding K, Mandang YI, Soewanda AP, Kosasi K. 1989. Atlas Kayu Indonesia. Volume ke-2. Bogor: Departemen Kehutanan.
  5. 1 2 3 4 (Indonesia) Heyne K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. [dalam bahasa Inggris]. Volume ke-2. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan