Selasa, 22 September 2026
11:28 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Kempas

Kempas

Kempas
250px-Koompassia_malaccensis_%283332167523%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Genus: Koompassia
Spesies:
K. malaccensis
Nama binomial
Koompassia malaccensis

Kempas (Lat.: Koompassia malaccensis) adalah tumbuhan pohon yang termasuk suku Caesalpiniaceae, tersebar di Malaysia, Sumatra, Bangka, Belitung, dan Kalimantan.[3] Tumbuhan ini juga disebut impas.[3] Tingginya mencapai 30 meter, daun majemuk, menyirip, terdiri atas 5-8 anak daun berbentuk bundar telur.[3] Buah berupa polong, tidak pecah walaupun telah masak.[3] Tanaman ini berkembang biak dengan biji, tumbuh didataran rendah dibawah ketinggian 600 meter di atas permukaan laut, pada tanah-tanah kering.[3] Kayu berkelas berkekuatan II-I dan kelas keawetan IV-III.[3]

Kayunya sukar dibubut, tetapi dapat diserut dengan mesin sampai halus meskipun agak berbulu.[4] Jika diampelas dapat menghasilkan permukaan yang halus, tetapi perlu didempul sebelum dipelitur.[4] Kayu kempas dapat dibor, dibuat lubang persegi dan diampelas dengan hasil sangat baik serta dapat diserut dan dibentuk dengan baik, tetapi pembubutan memberi hasil yang buruk.[4] Kayu kempas sebaiknya dibor dahulu sebelum dipaku supaya jangan pecah.[4] Karena agak asam, kayu kempas dapat menimbulkan karat pada logam.[4]

Dalam pemanfaatannya, kempas banyak digunakan untuk bahan konstruksi berat, bantalan kereta api, bangunan kerangka pintu serta penggunaan struktural lainnya.[5] Karena kekerasannya yang sangat tinggi, sedang keawetannya rendah, kayu kempas jarang digunakan sebagai bahan bangunan.[5] Penduduk banyak memakainya untuk balok serut, tetapi jarang digunakan untuk mebel.[5] Pohon muda yang belum memiliki kayu teras tidak digunakan karena kayu gubalnya sama sekali tidak awet.[5]

Referensi

  1. Asian Regional Workshop (Conservation & Sustainable Management of Trees, Viet Nam) 1998. Koompassia malaccensis[pranala nonaktif permanen]. 2006 IUCN Red List of Threatened Species. Downloaded on 19 July 2007.
  2. Hou, Ding (2000). "Koompassia malaccensis Maingay ex Benth.". Dalam Soepadmo, E.; Saw, L. G. (ed.). Tree Flora of Sabah and Sarawak. (free online from the publisher, lesser resolution scan PDF versions). Vol. 3. Forest Research Institute Malaysia. hlm. 154, 156. ISBN 983-2181-06-2. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-09-27. Diakses tanggal 12 Juni 2008.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 5 6 (Indonesia) Hassan Shadily Ensiklopedi Indonesia Jilid ke-4. 1984. Jakarta: Ictiar Baru- Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects. hal 2207.
  4. 1 2 3 4 5 (Indonesia) Martawijaya A, Iding K, Mandang YI, Soewanda AP, Kosasi K. 1989. Atlas Kayu Indonesia. Volume ke-2. Bogor: Departemen Kehutanan.
  5. 1 2 3 4 (Indonesia) Heyne K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. [dalam bahasa Inggris]. Volume ke-2. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan