Jumat, 06 November 2026
14:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Kemoceng

Kemoceng

Bagikan:
250px-Feather_duster_asv2021-03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kemoceng

Kemoceng adalah salah satu alat pembersih debu yang terdiri dari bagian bulu-bulu (bulu ayam, bulu kalkun, bulu burung unta, maupun dari rafia dan bahan halus lainnya) yang biasanya terpasang atau terikat menjadi satu bagian bulat.[1]

Bentuk kemoceng mengalami perubahan mulai dari bahan bulu, rafia, dan kain, batangnya ada yang dari rotan, kayu, maupun besi, tetapi di pasar tradisional kemoceng biasanya terbuat dari bulu ayam berbatang rotan.[2] Pada mulanya, kemoceng memiliki bentuk panjang dan tipis-tipis, bentuk yang mudah dibuat tetapi kurang efisien untuk melakukan pembersihan.[2] Kemoceng dapat diikatkan ke sebuah pegangan dengan pegangan terbuat dari kayu atau besi.[2] Karena keberagaman bahan dan kekuatan produk yang bermacam-macam, harga kemoceng pun sangat bervariasi.[2]

Sejarah Kemoceng

Kemoceng sudah dipatenkan, setidaknya pada tahun 1876, yaitu oleh Susan Hibbard yang melawan suaminya sendiri, George Hibbard, di pengadilan yang mengurusi hak paten karena suaminya mengaku kemoceng sebagai milik temuannya.[2][3] Kegigihan Susan konon membuka mata orang Amerika tentang banyaknya penemuan dari seorang perempuan yang kemudian dicuri oleh laki-laki.[2] Susan Hibbard mengaku ide kemoceng bermula ketika ia melihat bulu kalkun, yang dia pikir bisa berguna daripada dibuang sebagai limbah.[3] Kemoceng bulu mula-mula terbuat dari bulu angsa yang lembut dan mengalami perubahan seiring banyaknya ide yang muncul kemudian.[3] Bulu angsa waktu itu juga digunakan untuk membuat kuas kecil untuk mentega roti karena sifat lembutnya; mirip dengan kuas oles modern, tetapi kurang populer karena dianggap tidak bergaya.[3] Untuk membuat kuas di perapian dan kompor, mereka masih menggunakan bahan dari sayap angsa, ayam, dan kalkun yang kemudian populer dengan sebutan "kemoceng sayap," meskipun punya kelemahan, yaitu harus dijauhkan dari kucing dan anjing serta serangga dan ngengat.[3] Pada 1900, kemoceng yang terbuat dari bulu burung unta lebih disukai karena warnanya yang indah dan lebih efisien untuk mengusir debu karena keawetannya.[3]

Baru-baru ini ada sebuah industri kemoceng yang merayakan ulang tahun ke 100 (1913-2013), yaitu Beckner Feather Duster Company.[4] Perusahaan itu merupakan perusahaan kemoceng yang membuat kemoceng dari bulu burung unta asli.[4] Perusahaan ini dirintis oleh dua bersaudara, George Beckner dan Harry Beckner di Afrika Selatan ketika mereka bekerja sebagai misionaris di Kolese Heildelberg.[4] Kemudian, perusahaan itu dipindah pertama kali ke Athol, Massachusetts kemudian ke Bolton, Massachusetts dekat Lancaster Selatan.[4] Mereka membawa bulu burung unta dari Afrika Selatan setidaknya dua kali dalam setahun melalui perjalanan laut.[4] Bagi Margaret Fish Rempher dan suaminya, Robert A. RempherRobert Memper, yang saat ini mengelola perusahaan itu setelah kematian dari orang tua mereka, perusahaan ini merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa.[4]

Cara-cara Pembuatan Kemoceng

  1. Di peternakan burung unta, pencabutan bulu atau pemanenan bulu unta dilakukan secara satu persatu dengan menggiring setiap burung unta ke kandang khusus.[5] Pencabutan bulu unta dilakukan dengan hati-hati, baik dalam pemilihan bulu maupun pencabutannya supaya tidak merusak bulu yang lain.[5]
  2. Kemudian bulu dikirim ke pabrik atau industri rumah tangga untuk disortir berdasarkan ukuran, kekuatan, dan warna.[5] Setelah itu mereka mencucinya dan mengeringkannya kembali.[5]
  3. Setelah kering, bulu-bulu yang besar diikat dengan benang bersama dengan bulu seukuran, pun demikian yang kecil-kecil.[5] Selain benang, pengikatan bulu dibantu dengan penggunaan lem untuk mencegah lepasnya bulu-bulu karena sifat licin dan mudah lepas dari ikatan benang.[5]
  4. Penempelan bulu-bulu pada gagang (besi, kayu, rotan) dilakukan sesuai model yang dikehendaki, biasanya dimulai dari golongan ikatan bulu-bulu besar, baru ikatan bulu-bulu kecil.[5]
  5. Proses penyelesaian dilakukan dengan menambahkan gagang untuk gantungan, atau diwarnai warna tertentu untuk memberi perlindungan kemoceng dan memberi gaya supaya lebih menarik.[5]

Referensi

  1. ↑ "kemoceng". artikata.com. Diakses tanggal 30 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 (Inggris) Mary Ellen Snodgrass., Encyclopedia of Kitchen History., New York: Routledge, 2004, Hal. 124
  3. 1 2 3 4 5 6 "The feather duster". bordercleaning.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-26. Diakses tanggal 30 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 4 5 6 "CELEBRATING 100 YEARS!". becknerfeatherduster. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-02. Diakses tanggal 30 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Feather Duster". madehow.com. Diakses tanggal 30 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan