Senin, 28 September 2026
21:59 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Kembang tahu

Kembang tahu

variasi makanan khas Tiongkok

Tidak untuk dikacaukan dengan tauhue, jajanan yang biasanya juga disebut sebagai kembang tahu.
250px-Tofu_skin.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kembang tahu
250px-Yuba_by_Abrilon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pembuatan yuba dari endapan di permukaan rebusan kedelai.

Kembang tahu (bahasa Inggris:tofu skin) adalah produk sampingan proses perebusan kedelai yang diambil dari endapan yang terkumpul di permukaan air perebusan kedelai.

250px-Fucuk.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fucuk, kembang tahu kering dari Bangka.

Kembang tahu biasa dijual kering dengan berbagai konsistensi. Berdasarkan kekerasan dan ketebalannya, dikenal di pasaran gohyong (kembang tahu tipis atau ngohiong), kembang tahu batangan, kembang tahu simpul, dan kembang tahu tebal.

Pemanfaatannya biasanya sebagai campuran sup tertentu, seperti timlo, atau makanan tumisan seperti cap cay, serta makanan khas Chinese seperti hekeng.

Asal-usul dan variasi penyajian

Kembang tahu berasal dari tradisi kuliner Tionghoa di kawasan Asia Timur, dengan nama Mandarin *douhua* atau dialek Hokkien tauhue.[1] Di Indonesia, hidangan ini diadaptasi menjadi versi hangat yang sering disajikan dengan kuah jahe dan gula aren, terutama saat musim hujan atau malam hari.[2] Hidangan ini juga dikenal dengan berbagai nama daerah seperti “tahok”, “tauwa”, atau “tahwa”, tergantung wilayah dan dialek lokal.[3]

Referensi

  1. ↑ "5 Trivia Kembang Tahu, Makanan Akulturasi yang Rasanya Syahdu". IDN Times. Diakses tanggal 8 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Asal Usul dan Resep Kembang Tahu yang Cocok Untuk Musim Hujan". TheAsianParent Indonesia. Diakses tanggal 8 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Resep Kembang Tahu Makanan Tradisional yang Menjadi Favorit". Fimela. Diakses tanggal 8 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan