Senin, 21 September 2026
15:30 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Kembang api

Kembang api

500px-OperaSydney-Fuegos2006-342289398.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sydney memiliki salah satu perayaan Tahun Baru terbesar di dunia.
250px-Firework_Yodogawa_Osaka.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kembang api di Yodogawa, Osaka, Jepang

Kembang api adalah bahan peledak berdaya ledak rendah piroteknik yang digunakan umumnya untuk estetika dan hiburan. Salah satu bentuk kembang api yang umum adalah dalam pertunjukan kembang api. Kembang api menghasilkan empat efek primer: suara, cahaya, asap, dan bahan terbang (contohnya confetti). Kembang api dirancang agar dapat meletus sedemikian rupa dan menghasilkan cahaya yang berwarna-warni seperti merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, dan perak. Pertunjukan kembang api umum di seluruh dunia dan merupakan titik pertemuan banyak pesta kultural dan religius.

Sejarah

Kembang api pertama kali ditemukan di Tiongkok kuno sekitar abad ke-2 SM. Awalnya, mereka menggunakan batang bambu yang meledak ketika dipanaskan karena udara di dalamnya mengembang. Orang Tiongkok percaya suara ledakan ini bisa mengusir roh jahat.[1] Pada abad ke-7 hingga ke-10 M, seorang alkemis Tiongkok menciptakan bubuk mesiu dengan mencampur kalium nitrat, sulfur, dan arang. Bubuk mesiu ini digunakan untuk menciptakan kembang api buatan dengan memasukkannya ke dalam bambu atau tabung kertas.[1] Pada masa Dinasti Song (960-1279), kembang api sebagai produk sampingan dari bubuk mesiu mulai digunakan sebagai alat perayaan.[2] Perayaan dan festival seperti Tahun Baru Imlek dan Festival Bulan pada pertengahan musim gugur masih dilengkapi dengan kembang api. Tiongkok adalah penghasil dan pengekspor kembang api terbesar di dunia.

Kembang api dibawa ke Eropa pada abad ke-13. Pada abad ke-15, kembang api mulai digunakan secara luas untuk acara-acara keagamaan dan hiburan umum. Orang Italia menjadi pelopor dalam memproduksi kembang api di Eropa, dan para penguasa Eropa menggunakannya untuk perayaan dan menarik perhatian rakyat mereka.[1]

Pembuatan

Kembang api dibuat dari berbagai bahan kimia. Warna-warna yang dihasilkan merupakan kombinasi yang rumit dari berbagai bahan kimia. Unsur yang sering digunakan untuk pembuatan kembang api antara lain adalah magnesium, natrium, fransium, litium, boron, kalium, kalsium dan berbagai oksidator.

Referensi

  1. 1 2 3 "History of Fireworks". www.americanpyro.com. Diakses tanggal 2024-12-26.
  2. "The History of Fireworks: From Ancient China to the Present Day". History Hit (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2024-12-26.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Fireworks.
Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan