Rabu, 28 Oktober 2026
03:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Kelompok peretas

Bagikan:
Bagian dari rangkaian artikel tentang
Peretas keamanan
120px-Hacker_behind_PC.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Kelompok peretas adalah komunitas informal yang mulai muncul pada awal 1980-an, seiring dengan meningkatnya ketersediaan komputer pribadi dan akses terhadap sistem komputasi pribadi.

Ringkasan

Sebelum periode tersebut, istilah peretas umumnya digunakan untuk menyebut penggemar komputer. Kelompok peretas kemudian muncul sebagai sarana membangun identitas dan reputasi, sebagian dipengaruhi oleh eksposur media. Perkembangan ini terjadi sebelum diberlakukannya regulasi yang luas mengenai kejahatan komputer. Kelompok peretas berfungsi sebagai wadah pertukaran informasi, sumber daya, dan pembelajaran antaranggotanya.[1] Afiliasi dengan kelompok tertentu juga dapat meningkatkan kredibilitas individu. Nama kelompok sering kali bersifat satir terhadap perusahaan besar, pemerintah, aparat penegak hukum, atau tokoh kriminal, serta kerap menggunakan gaya penulisan atau ortografi yang tidak baku.[2]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Thomas, Douglas (2003). Hacker Culture. University of Minnesota Press. hlm. 90. ISBN 978-0-8166-3346-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ [email protected]. "Bruce Sterling - The Hacker Crackdown". www.chriswaltrip.com. Diakses tanggal 2026-01-07.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan