Jumat, 30 Oktober 2026
20:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Bencana kelaparan Afrika Timur 2011

Bencana kelaparan Afrika Timur 2011

Bagikan:
Kelaparan Tanduk Afrika 2011
330px-Map_Eastern_Africa_Drought_July_2011.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bencana kelaparan di Afrika Timur
TanggalJuli 2011 – Agustus 2012
LokasiSelatan Somalia dan beberapa bagian dari Tanduk Afrika;
krisis pangan di bagian lain Afrika Timur (Sudan, Sudan Selatan, Kenya, Uganda)
Tewas50.000–260.000

Kelaparan Tanduk Afrika 2011 adalah bencana kelaparan[1] terjadi di beberapa daerah di Tanduk Afrika sebagai hasil dari kekeringan parah yang memengaruhi seluruh wilayah Afrika Timur.[2] Kekeringan ini, dikatakan "yang terburuk dalam 60 tahun",[3] telah menyebabkan krisis pangan yang parah di Somalia, Etiopia dan Kenya yang mengancam mata pencaharian lebih dari 10 juta orang.[4] Negara-negara lain di dalam dan sekitar Tanduk Afrika, termasuk Djibouti, Sudan, Sudan Selatan dan sebagian dari Uganda, juga dipengaruhi oleh krisis pangan ini.[3][4][5][6]

Pada awal Juli, Sistem Jaringan Peringatan Dini (FEWS-Net) menyatakan keadaan darurat untuk sebagian besar wilayah di Somalia selatan, tenggara Ethiopia, dan timur laut Kenya, yang bisa berujung pada bencana kelaparan meluas jika kondisi saat ini tidak ditangani.[7] Pada tanggal 20 Juli, PBB resmi menunjukkan kekurangan gizi yang nyata di beberapa bagian selatan Somalia, pertama kalinya sejak bencana kelaparan di Etiopia 1983–1985, ketika lebih dari satu juta orang meninggal.[1][8] Puluhan ribu orang diyakini telah tewas di Somalia selatan sebelum pengakuan ini.[1] Kurangnya pendanaan bagi parah bantuan internasional yang parah, bersama dengan masalah keamanan di wilayah tersebut, telah menghambat respon kemanusiaan terhadap krisis.[1][9][10]

Referensi

  1. 1 2 3 4 "UN declares first famine in Africa for three decades as US withholds aid". Telegraph. 20 Juli 2011. Diakses tanggal 20 Juli 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ OCHA (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs) (10 Juni 2011). "Eastern Africa Drought Humanitarian Report No. 3". reliefweb.int. Diakses tanggal 12 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Mike Wooldridge (4 Juli 2011). "Horn of Africa tested by severe drought". BBC News. Diakses tanggal 12 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Ben Brown (8 Juli 2011). "Horn of Africa drought: 'A vision of hell'". BBC News. Diakses tanggal 12 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ OCHA, FEWS-Net (24 Juni 2011). "East Africa: Famine warning for southern Somalia" (PDF). FEWS-Net. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-09-21. Diakses tanggal 14 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Horn of Africa drought: Somalia aid supplies boosted". BBC News. 12 Juli 2011. Diakses tanggal 12 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Integrated Regional Information Networks (IRIN) (5 Juli 2011). "East Africa: Famine warning for southern Somalia". reliefweb.int. Diakses tanggal 14 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Somalia on verge of famine". CBC News. 18 Juli 2011. Diakses tanggal 18 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "UN to declare famine in parts of drought-hit Somalia". BBC. 20 Juli 2011. Diakses tanggal 20 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "The forgotten people of Africa's famine cry out for aid". Telegraph. 20 Juli 2011. Diakses tanggal 20 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik bencana ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan