Selasa, 03 November 2026
18:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Kekristenan Liberal

denominasi Kristen

Bagikan:

Kekristenan [1]Liberal, juga dikenal sebagai teologi liberal, adalah sebuah gerakan yang menafsirkan ajaran Kristen dengan mengambil pengetahuan, sains dan etika modern. Gerakan tersebut memakai pengaruh akal budi dan pengalaman atas otoritas doktrinal. Kristen Liberal memandang teologi mereka sebagai alternatif dari rasionalisme ateistik dan teologi yang berdasarkan pada penafsiran tradisional terhadap otoritas eksternal (seperti Alkitab atau tradisi suci).[2][3][4]Kekristenan

Referensi

Kutipan

  1. ↑ "Theological liberalism | Religion, Beliefs & History | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-09-28.
  2. ↑ Dorrien (2001, hlm. xiii, xxiii): "Liberal Christian theology is a tradition that derives from the late-eighteenth- and early-nineteenth-century Protestant attempt to reconceptualize the meaning of traditional Christian teaching in the light of modern knowledge and modern ethical values. It is not revolutionary but reformist in spirit and substance. Fundamentally it is the idea of a genuine Christianity not based on external authority. Liberal theology seeks to reinterpret the symbols of traditional Christianity in a way that creates a progressive religious alternative to atheistic rationalism and to theologies based on external authority."
  3. ↑ "Theological Liberalism": "Theological liberalism, a form of religious thought that establishes religious inquiry on the basis of a norm other than the authority of tradition. It was an important influence in Protestantism from about the mid-17th century through the 1920s."
  4. ↑ McGrath (2013, hlm. 196): "Liberalism’s program required a significant degree of flexibility in relation to traditional Christian theology. Its leading writers argued that reconstruction of belief was essential if Christianity were to remain a serious intellectual option in the modern world. For this reason, they demanded a degree of freedom in relation to the doctrinal inheritance of Christianity on the one hand, and traditional methods of biblical interpretation on the other. Where traditional ways of interpreting Scripture, or traditional beliefs, seemed to be compromised by developments in human knowledge, it was imperative that they should be discarded or reinterpreted to bring them into line with what was now known about the world."

Sumber

Pranala luiar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan