Minggu, 18 Oktober 2026
20:19 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Keju keras

Keju keras

variasi jenis keju

Bagikan:
Keju keras (keju granular)
330px-Parmigiano_reggiano_piece.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Negara asalTidak ada yang khusus
Kawasan, kotaTidak ada yang khusus
Sumber susuSapi
DipasteurisasiBisa dilakukan
TeksturBiasanya keras, berisi butiran-butiran kecil di dalamnya
Waktu pematanganMinimum: 2 bulan
Normal: 12 bulan
SertifikasiN/A

Keju keras disebut juga keju granular atau keju dadih yang diaduk, adalah jenis keju yang diproduksi dengan cara diaduk berulang-ulang dan mengeringkan campuran dadih dan whey. Keju jenis ini dapat merujuk ke berbagai macam keju, termasuk keju grana seperti Parmigiano-Reggiano (seperti gambar di kanan) dan berbagai jenis lainnya. Banyak jenis yang biasa digunakan dalam produksi keju olahan, terutama keju Amerika, yang menurut undang-undang harus terdiri dari keju Cheddar, keju Colby, keju dadih, atau keju granular.[1]

Rasa

Rasa keju granular ini "gemuk" dan "tajam". Meskipun keju granular yang tidak dipasteurisasi siap dimakan setelah 60 hari diawetkan, keju ini memiliki rasa yang sangat ringan kecuali jika dimatangkan lebih lama guna meningkatkan ketajamannya. Keju ini paling matang dan tajam setelah 12 bulan, biasanya dijual setelah itu.[2] Keju granular dapat mengandung gumpalan keju yang mengkristal kecil-kecil, semi-padat hingga bintik-bintik seperti kristal.

Referensi

  1. ↑ "United States Standards for Grades of Bulk American Cheese" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2007-02-03. Diakses tanggal 2020-01-02.
  2. ↑ "Frog City Cheese - Vermont Cheese Council". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-11-03. Diakses tanggal 2007-10-31.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan