Rabu, 28 Oktober 2026
08:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Kecerdasan gerombolan

Kecerdasan gerombolan

Perilaku kolektif dari sistem yang terdesentralisasi dan terorganisir mandiri

Bagikan:
250px-Starling_flock_with_nearby_predator.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sekawanan burung jalak bereaksi terhadap predator

Kecerdasan gerombolan atau kecerdasan kawanan (bahasa Inggris: Swarm Intelligence atau SI) adalah perilaku kolektif yang muncul dari sistem yang terdesentralisasi dan mandiri, baik yang terjadi secara alami maupun buatan. Konsep ini banyak digunakan dalam penelitian terkait Akal Imitasi. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Gerardo Beni dan Jing Wang pada tahun 1989 dalam konteks sistem robotik berbasis sel.[1] [2]

Sistem kecerdasan gerombolan umumnya terdiri dari sekumpulan agen atau boid sederhana yang berinteraksi secara lokal antara satu sama lain dan dengan lingkungan sekitarnya. Konsep ini sering terinspirasi dari alam, terutama dari sistem biologis.[3]

Cara kerja algoritma SI dimulai dengan setiap agen yang akan mengikuti suatu aturan yang sangat sederhana. Agen-agen ini kemudian berinteraksi secara lokal, baik dengan sesama agen ataupun dengan lingkungan sekitarnya yang sebagian dari interaksi tersebut bersifat acak. Melalui interaksi lokal dan acak ini, muncul perilaku global yang "cerdas" dengan tanpa disadari oleh masing-masing agen, walaupun tidak ada struktur kendali terpusat yang mengarahkan perilaku mereka.

Contoh kecerdasan gerombolan di alam dapat ditemukan pada koloni semut, koloni lebah, kawanan burung, perburuan elang, penggembalaan hewan, pertumbuhan bakteri, gerombolan ikan dan kecerdasan mikroba.

Penerapan prinsip-prinsip gerombolan pada robot disebut robotika gerombolan atau robotika kawanan, sementara swarm intelligence merujuk kumpulan kelas algoritma yang lebih umum. Prediksi berbasis gerombolan telah digunakan dalam konteks peramalan berbagai masalah. Pendekatan serupa dengan yang terapkan untuk robotika gerombolan juga dipertimbangkan untuk organisme yang dimodifikasi secara genetik dalam kecerdasan kolektif sintetis. [4]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Beni, G.; Wang, J. (1993). "Swarm Intelligence in Cellular Robotic Systems". Proceed. NATO Advanced Workshop on Robots and Biological Systems, Tuscany, Italy, June 26–30 (1989). Berlin, Heidelberg: Springer. hlm. 703–712. doi:10.1007/978-3-642-58069-7_38. ISBN 978-3-642-63461-1.
  2. ↑ Beni, G. (1989). "The concept of cellular robotic system". Proceedings IEEE International Symposium on Intelligent Control 1988. IEEE. hlm. 57–62. doi:10.1109/ISIC.1988.65405. ISBN 978-0-8186-2012-6.
  3. ↑ Gad, Ahmed G. (2022-08-01). "Particle Swarm Optimization Algorithm and Its Applications: A Systematic Review". Archives of Computational Methods in Engineering (dalam bahasa Inggris). 29 (5): 2531–2561. doi:10.1007/s11831-021-09694-4. ISSN 1886-1784.
  4. ↑ Solé R, Rodriguez-Amor D, Duran-Nebreda S, Conde-Pueyo N, Carbonell-Ballestero M, Montañez R (Oktober 2016). "Synthetic Collective Intelligence". BioSystems. 148: 47–61. Bibcode:2016BiSys.148...47S. doi:10.1016/j.biosystems.2016.01.002. PMID 26868302.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Templat:Animal cognitionTemplat:Collective animal behaviourTemplat:Optimization algorithms

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan