Minggu, 25 Oktober 2026
09:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Kecepatan peluru

kecepatan proyektil pada saat meninggalkan moncong senjata api

Bagikan:

Kecepatan peluru adalah kecepatan proyektil pada saat ia meninggalkan ujung/moncong senjata api.[1] Kecepatan peluru berkisar dari sekitar 300 m/s (980 ft/s) hingga 500 m/s (1.600 ft/s) pada senjata musket yang menggunakan bubuk hitam (mesiu), sampai lebih dari 4.000 ft/s (1.200 m/s) pada senjata modern dengan magazen performa tinggi contohnya seperti .220 Swift dan .204 Ruger, terakhir sampai 5.700 ft/s (1.700 m/s) untuk meriam tank yang menembak amunisi penembus berenergi kinetik. Percepatan suatu proyektil adalah paling tinggi di moncong, dan mulai turun karena efek udara.

Pada meriam konvensional, kecepatan peluru ditentukan oleh mutu (kecepatan pembakaran, perluasan) dan kuantitas bahan pembakar, massa proyektil, serta panjang laras. Bahan pembakar yang terbakar lambat memerlukan laras yang lebih panjang untuk membakar sepenuhnya, tetapi ada cara lain yaitu menggunakan suatu proyektil lebih berat. Suatu bahan pembakar yang terbakar lebih cepat dapat mempercepat peluncuran proyektil kecil ke kecepatan yang lebih tinggi jika jumlah bahan pembakarnya yang digunakan sama. Pada suatu senjata, tekanan dari hasil proses pembakaran adalah suatu faktor yang membatasi percepatan proyektil. Keseimbangan antara mutu bahan pembakar dan kuantitas, massa proyektil dan panjangnya laras harus ditemukan jika keduanya aman dan performa optimal.

Laras yang lebih panjang memberikan kekuatan dorong lebih banyak pada bahan pembakar saat mendorong peluru. Karena alasan inilah laras lebih panjang yang biasanya memiliki percepatan lebih tinggi, yang lain tetap sama. Walaupun gerakan peluru menuruni bore, tetapi, dibalik itu tekanan gas bahan pembakar berkurang. Dengan suatu laras yang cukup panjang, akhirnya akan ada titik di mana gesekan antara peluru dengan laras, dan hambatan udara, dibalik itu akan sama dengan kekuatan tekanan gas, dan sejak saat itu, kecepatan peluru akan menurun.

Referensi

  1. ↑ "Muzzle Velocity". Diarsipkan dari asli tanggal 15 Mei 2010. Diakses tanggal 9 Juni 2011.


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan