Selasa, 20 Oktober 2026
16:43 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Kebudayaan Osing

Bagikan:

Kebudayaan Osing adalah salah satu sub-kebudayaan dari kebudayaan Pandalungan yang hanya diterapkan oleh suku Osing di Kabupaten Banyuwangi.[1][2] Penyebaran wilayah suku Osing dan kebudayaannya ialah di Kecamatan Banyuwangi, Giri, Glagah, Licin, Rogojampi, Kabat, Songgon, Sempu, Singorujuh, Srono, sebagian Kalipuro, sebagian Blimbingsari.[2] Karakteristik kebudayaan Osing bersifat unik dan berbeda dengan kebudayaan Mataraman, Pandalungan maupun Madura Pulau, karena kebudayaan Osing banyak dipengaruhi oleh Bali.[1] Salah satu produk kebudayaan yang dihasilkan oleh kebudayaan Osing ialah lagu Osing.[3] Kebudayaan Osing pernah mendapat stigma pada masa Hindia Belanda dan masa awal kemerdekaan Indonesia. Namun stigma tersebut mulai dihilangkan oleh Pemerintah Indonesia sejak masa Orde Baru degan menjadikan kebudayaan Osing sebagai bagian dari kebudayaan Jawa.[4]

Pembentukan

Kebudayaan Osing termasuk bagian dari kebudayaan Pandalungan. Penerapan kebudayaan Osing hanya dilakukan oleh suku Osing.[1] Kebudayaan Osing dibentuk oleh suku Osing di Kabupaten Banyuwangi yang sangat kental pengaruh Bali. Suku Osing merupakan penduduk asli di wilayah Kabupaten Banyuwangi yang menerapkan kebudayaan Osing sejak masa Kerajaan Blambangan.[2]

Kawasan

Kawasan kebudayaan Osing hanya melingkupi wilayah yang tidak luas di Provinsi Jawa Timur.[5] Penyebaran wilayah suku Osing dan kebudayaannya ialah di Kecamatan Banyuwangi, Kecamatan Giri, Kecamatan Glagah, Kecamatan Rogojampi, Kecamatan Kabat, Kecamatan Songgon, Kecamatan Srono, Kecamatan Sempu, Kecamatan Singorujuh, Kecamatan Licin, sebagian Kecamatan Kalipuro, sebagian Kecamatan Blimbingsari.[2]

Karakteristik

Kebudayaan Osing memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dengan kebudayaan Mataraman, kebudayaan Pandalungan maupun kebudayaan Madura Pulau. Karakteristik kebudayaan Osing tampak pada bahasa dan seni budaya yang berlaku bagi suku Osing yang dipengaruhi oleh Bali.[1]

Produk kebudayaan

Salah satu produk kebudayaan yang dihasilkan oleh kebudayaan Osing ialah lagu Osing. Lagu Osing merupakan sekumpulan lagu yang mengandung nilai sosial, budaya, spiritual, pendidikan dan adat yang mendalam.[3] Isi lagu Osiung menjelaskan tentang nilai gotong royong, kebersamaan, tradisi adat, moral dan etika dari suku Osing yang menetap di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.[6]

Stigma

Pada masa Hindia Belanda, suku Osing dipandang sebagai penduduk Kawasan Tapal Kuda yang sulit dikendalikan dan sering mengadakan pertikaian. Pandangan ini diberikan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Pada masa-masa awal kemerdekaan Indonesia, kebudayaan Osing merupakan salah satu kebudayaan yang dianggap merupakan bagian dari kebudayaan Jawa. Pada tahun 1965, kebudayaan Osing diberi stigma akibat penggunaan gandrung dan angklung yang dianggap sebagai alat propaganda Partai Komunis Indonesia dan Partai Nasional Indonesia. Pada dasawarsa 1970-an, stigma terhadap kebudayaan Osing berusaha dihilangkan oleh Pemerintah Indonesia. Berbagai kebijakan Orde Baru mengenai kebudayaan nasional menjadikan kebudayaan Osing sebagai bagian dari kebudayaan Jawa.[4]

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 Achmad, dkk. 2021, hlm. 19.
  2. 1 2 3 4 Putera, A. S., dkk. (2023). Lembaran Berdarah Sejarah Indonesia. Jakarta Selatan: PT. Neosphere Digdaya Mulia. hlm. 274. ISBN 978-623-88143-1-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Harjianto, Qiram dan As'ari 2024, hlm. 105-106.
  4. 1 2 Kumoro, N. B., dkk. (Mei 2021). Kumoro, Nindyo Budi (ed.). Pariwisata & Budaya: Bunga Rampai Kajian Antropologi Kepariwisataan di Jawa Timur. UB Press. hlm. 127. ISBN 978-623-296-105-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Achmad, dkk. 2021, hlm. 15.
  6. ↑ Harjianto, Qiram dan As'ari 2024, hlm. 106.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan