Minggu, 25 Oktober 2026
12:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Kebebasan panorama

Kebebasan panorama

Bagikan:
330px-Freedom_of_panorama_in_Southeast_Asia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kebebasan panorama di Asia Tenggara. Indonesia sendiri dianggap tidak memiliki hukum yang jelas mengenai kebebasan panorama.

Kebebasan panorama (bahasa Inggris:Freedom of panorama, FOP) adalah suatu hukum hak cipta di beberapa negara yang mengatur izin pengambilan gambar atau video suatu bangunan, lukisan, atau karya seni yang berada permanen di tempat umum, agar pengambil gambar tidak melanggar hak cipta dari pihak yang berhubungan dengan karya seni atau bangunan yang difoto, juga mengatur izin penerbitan gambar tersebut.[1][2] Hukum Kebebasan panorama membatasi hak pemilik hak cipta untuk menggugat pelaku pemotretan atau penyebar gambar sebagai pelanggar hak cipta. Kebebasan panorama adalah pengecualian dari pelanggaran hak cipta, dimana pemilik hak cipta memiliki hak untuk mengatur pembuatan karya turunan atau penyebaran karyanya. Istilah ini berasal dari Jerman Panoramafreiheit ("kebebasan panorama"). Hukum ini berawal dari tahun 1840.

Referensi

  1. ↑ Seiler, D.: Gebäudefotografie in der EU–Neues vom Hundertwasserhaus Diarsipkan 2007-09-30 di Wayback Machine, in Photopresse 1/2 (2006), p. 16. URL last accessed 2007-09-20.
  2. ↑ Rosnay, Mélanie Dulong de; Langlais, Pierre-Carl (2017-02-16). "Public artworks and the freedom of panorama controversy: a case of Wikimedia influence". Internet Policy Review. 6 (1). ISSN 2197-6775. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-01-18.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kebebasan panorama.


Ikon rintisan

Artikel bertopik hukum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan