Rabu, 04 November 2026
22:33 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Keamiran Bida

Keamiran Bida

Bagikan:
250px-Flag_of_Nupe.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendera Keamiran Bida

Keamiran Bida adalah sebuah negara tradisional di Nigeria yang merupakan penerus dari Kerajaan Nupe lama, dengan pusat pemerintahan di Kota Bida, Negara Bagian Niger. Pemimpin keamiran ini bergelar Etsu Nupe, yang juga merupakan kepala suku dan pemimpin tertinggi bagi masyarakat Nupe.[1]

Sejarah

Kerajaan Nupe lama didirikan pada pertengahan abad ke-15 di daerah cekungan antara Sungai Niger dan Sungai Kaduna, di wilayah yang kini termasuk Nigeria bagian tengah. Sejarah awal kerajaan ini terutama dikenal melalui legenda yang diturunkan secara lisan. Raja Jibiri, yang memerintah sekitar tahun 1770, merupakan raja Nupe pertama yang memeluk Islam. Puncak kejayaan kerajaan terjadi pada masa pemerintahan Etsu Ma’azu, yang meninggal pada tahun 1818. Pada masa itu, kekuasaan suku Fulani mulai meluas di seluruh Nigeria bagian utara. Setelah kematian Ma’azu dan terjadinya perang suksesi, Kerajaan Nupe jatuh di bawah kendali Keamiran Gwandu. Masaba, putra pemimpin Fulani Mallam Dendo dengan ibu berdarah Nupe, berhasil merebut kekuasaan pada tahun 1841.[2][3]

Ketika menghadapi pemberontakan dari salah satu jenderalnya, Masaba bersekutu dengan mantan Etsu Nupe, Usman Zaki, untuk merebut kembali kekuasaan. Usman Zaki kemudian dinobatkan sebagai Etsu Nupe di Bida, dan setelah kematiannya sekitar tahun 1859, Masaba kembali memerintah hingga 1873. Pada masa pemerintahannya yang kedua, Masaba menjadikan Keamiran Bida sebagai kekuatan militer utama dengan memperluas wilayahnya ke selatan dan timur. Para penerus Masaba mempertahankan kekuasaan hingga tahun 1897, ketika pasukan Perusahaan Kerajaan Niger milik Britania Raya menaklukkan Bida dan menempatkan penguasa boneka di bawah kendali mereka. Sejak itu, Keamiran Bida berada di bawah kekuasaan kolonial Inggris dan kemudian menjadi bagian dari negara merdeka Nigeria. Peran para penguasanya pun berubah menjadi lebih bersifat seremonial.[4][5]

Hingga kini, keamiran ini masih memperingati Hari Budaya Nupe sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan mengenang kekalahan mereka dari kekuasaan Inggris di wilayah tersebut.[6][7]

Referensi

  1. ↑ Salahu, Mohammed Lawal (2017-09-15). "Slave Factor in the Development of Bida Emirate: 1857–1900". African Research Review. 11 (3): 13. doi:10.4314/afrrev.v11i3.2. ISSN 2070-0083.
  2. ↑ "History of Nupe Kingdom (The Fulani Conquest)". National Youth Service Corps. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Februari 2011. Diakses tanggal 2010-09-09.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Nadel, S. F. (2018-09-03), "Political History of Nupe Kingdom", A Black Byzantium, Routledge, hlm. 69–86, doi:10.4324/9780429487545-6, ISBN 978-0-429-48754-5, S2CID 165654177
  4. ↑ "Origin of Bida Emirate". National Youth Service Corps. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Februari 2011. Diakses tanggal 2010-09-09.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Nadel, S. F. (Siegfried Frederick), 1903-1956, author. A black byzantium : the kingdom of Nupe in Nigeria. ISBN 978-0-429-48754-5. OCLC 1049150141.{{cite book}}: |last= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  6. ↑ Nadel, S. F. (2018), "The Nupe Creed", Nupe Religion, Routledge, hlm. 1–37, doi:10.4324/9780429487446-1, ISBN 978-0-429-48744-6, S2CID 240243198
  7. ↑ Oleribe, EOO; Alasia, DD (2007-01-11). "Cultural and health: The effect of nupe cultural practice on the health of nupe people". Nigerian Journal of Medicine. 15 (3): 325–8. doi:10.4314/njm.v15i3.37241. ISSN 1115-2613. PMID 17111771.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan