Senin, 02 November 2026
19:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Kawah Sinila

Bagikan:

Kawah Sinila merupakan salah satu kawah vulkanik aktif yang berada di sebelah utara pusat Kecamatan Batur, Banjarnegara, tepatnya di perbatasan tiga desa: Batur, Sumberejo, dan Pekasiran. Lubang kawah Sinila berupa danau kecil yang berada pada suatu cekungan.

Kawah ini memiliki catatan tragis dan menjadi salah satu pemicu disusunnya mitigasi bencana geologi di Indonesia setelahnya. Bersama kawah Sigluduk, Sinila pernah meletus cukup kuat pada dini hari 20 Februari 1979,[1] menyemburkan material padat dan gas serta menyebabkan gempa bumi yang cukup kuat dirasakan warga. Akibat letusan ini, kawah Timbang yang berada di dekatnya melepaskan gas beracun, yang selanjutnya membunuh ratusan warga desa yang tengah menyelamatkan diri.

Erupsi Sinila 1979

Pada dini hari tanggal 20 Februari 1979 penduduk Kecamatan Batur merasakan getaran gempa bumi yang cukup kuat dan mendengar suara dentuman. Kawah Sinila dan, tetangganya, Sigluduk erupsi. Aktivitas vulkanik ini ternyata mengakibatkan kawah Timbang terpicu melepaskan gas ke udara, yang sebelumnya terperangkap di bawah permukaan tanah. Gas ini merupakan oksida karbon, dan kemungkinan juga hidrogen sulfida[2] atau metana,[3] dalam konsentrasi tinggi yang membahayakan nyawa makhluk hidup.

Gempa bumi membuat warga berlarian ke luar rumah untuk menyelamatkan diri, yang tanpa disadari membuat mereka terperangkap gas beracun yang keluar dari rekahan tanah di sekitar kawah Timbang, akibat terpicu letusan Sinila.[4] Sebanyak 147 jiwa penduduk Batur, kebanyakan dari Desa Kepucukan, ditambah dua jiwa relawan dan puluhan hewan ternak tewas keracunan gas karbondioksida yang terlepas ke udara dan menyebar pada konsentrasi tinggi ke wilayah pemukiman. Desa Kepucukan semenjak peristiwa itu dikosongkan, dihapuskan, dan warganya diminta transmigrasi atau pindah ke tempat lain.

Referensi

  1. ↑ Sudarman. Menyaksikan Bencana Sinila lewat Film Diarsipkan 2016-10-15 di Wayback Machine. Suara Merdeka daring edisi 16-07-2005. Diakses 30-01-2009.
  2. ↑ Anonymous (19 Aug 2018 (last update)). "Dieng volcano". Volcano Discovery. Diakses tanggal 16 Nov 2020.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ Rovicky (30 Mei 2011). "Kompleks Gunung Dieng. [Gunung tua yang sedang bergolak]". Dongeng Geologi. Diakses tanggal 16 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ G. Dieng alert level II, Waspada Diarsipkan 2009-12-14 di Wayback Machine. PVMBG 15-01-2009
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan