Selasa, 27 Oktober 2026
07:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Katak darwin chile

Katak darwin chile

Bagikan:
Katak darwin chile

Kritis, kemungkinan punah  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Amphibia
Ordo: Anura
Famili: Rhinodermatidae
Genus: Rhinoderma
Spesies:
R. rufum
Nama binomial
Rhinoderma rufum
(Philippi, 1902)
Range of Rhinoderma rufum (in red)
Sebaran Rhinoderma rufum (merah)
Sinonim[2]

Heminectes rufus Philippi, 1902

Katak darwin chile[3] (Rhinoderma rufum), adalah spesies katak yang mungkin sudah punah, dan merupakan salah satu dari hanya dua anggota famili Rhinodermatidae. Katak ini endemik ke Chili tengah.

Katak darwin chile memiliki panjang dari moncong ke buntut yaitu sekitar 32 mm (1,3 in) Katak ini memiliki belalai berdaging, kaki ramping, dan kaki yang berselaput di antara jari pertama dan kedua, dan jari kedua dan ketiga. Warna dorsalnya beragam, tetapi biasanya berkisar antara warna cokelat, hijau, atau campuran keduanya. Permukaan ventralnya berlekir hitam putih.[4]

Referensi

  1. ↑ IUCN SSC Amphibian Specialist Group (2015). "Rhinoderma rufum". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2015 e.T19514A79809567. doi:10.2305/IUCN.UK.2015-4.RLTS.T19514A79809567.en. Diakses tanggal 15 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Frost, Darrel R. (2017). "Rhinoderma rufum (Philippi, 1902)". Amphibian Species of the World: an Online Reference. Version 6.0. American Museum of Natural History. Diakses tanggal 7 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Indarini, Nurvita. "Ini Dia Amfibi Berbentuk Unik yang Langka". detiknews. Diakses tanggal 2026-04-03.
  4. ↑ Whittaker, Kellie; Chantasirisivisal, Peera (2008-09-08). "Rhinoderma rufum". AmphibiaWeb. Diakses tanggal 2013-12-06.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan