Sabtu, 24 Oktober 2026
09:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Katak biasa

Katak biasa

Spesies amfibi

Bagikan:
Katak biasa
Rentang waktu: Early Pleistocene–present
250px-European_Common_Frog_Rana_temporaria.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Amphibia
Ordo: Anura
Famili: Ranidae
Genus: Rana
Spesies:
R. temporaria
Nama binomial
Rana temporaria
Subspesies
  • R. t. temporaria
  • R. t. honnorati
  • R. t. parvipalmata
250px-Mapa_Rana_temporaria.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebaran Rana temporaria di Eropa

Katak biasa[2] (Rana temporaria) adalah sebuah spesies amfibi semiakuatik dalam famili Ranidae. Spesies ini ditemukan di sebagian besar Eropa, hingga ke utara sampai Skandinavia dan ke timur sampai Pegunungan Ural, kecuali sebagian besar Semenanjung Iberia, Italia selatan, dan Balkan selatan. Tempat paling barat dari spesies ini adalah Irlandia. Katak ini juga ditemukan di Asia, dan ke timur sampai Jepang. Subspesies nominatif sekaligus yang paling umum dari katak ini adalah Rana temporaria temporaria, yaitu katak yang sebagian besar terestrial yang berasal dari Eropa. Katak tersebut tersebar di sepanjang Eropa utara dan dapat ditemukan di Irlandia, Pulau Lewis dan ke timur sejauh Jepang.[3]

Katak biasa melalui metamorfosis melalui tiga tahap kehidupan yang khas: larva akuatik, katak muda terestrial, dan katak dewasa. Tubuh mereka montok dengan moncong yang membulat, telapak berselaput, dan kaki belakang panjang yang beradaptasi untuk berenang dan melompat di daratan. Mereka umum dikelirukan dengan kodok biasa (Bufo bufo), tetapi dengan mudah dapat dibedakan dengan kaki mereka yang lebih panjang, gerakan melompat mereka, dan kulit lembab mereka; kodok memiliki kaki yang lebih pendek, merangkak, dan kulit kering berbopeng. Kedua spesies tersebut juga bertelur dengan cara yang berbeda. Katak bertelur dengan susunan tumpukan, sementara kodok dalam garis-garis panjang. Katak biasa memiliki panjang 6 sampai 9 cm.[4]

Referensi

  1. ↑ Kuzmin, S., Ishchenko, V., Tuniyev, B., Beebee, T., Andreone, F., Nyström, P., Anthony, B.P., Schmidt, B., Ogrodowczyk, A., Ogielska, M., Bosch, J., Miaud, C., Loman, J., Cogalniceanu, D., Kovács, T. & Kiss, I. (2009). Rana temporaria (errata version published in 2016). The IUCN Red List of Threatened Species 2009: DOI:10.2305/IUCN.UK.2009.RLTS.T58734A11834246.en
  2. ↑ R, Rahmadi (17 September 2025). "Pura-pura Mati, Taktik Katak Betina Hindari Ajakan Kawin Jantan". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 6 Mei 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Common frog, grass frog". Nature Wildfacts. BBC. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Oktober 2002. Diakses tanggal 9 Agustus 2007.
  4. ↑ Sterry, Paul (1997). Complete British Wildlife Photoguide. London: HarperCollins. ISBN 0-583-33638-8.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan