Kamis, 24 September 2026
13:54 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Kastil Pyongyang

Kastil Pyongyang

Kastil Pyongyang
250px-Pyonyang_castle_01543v.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama Korea
Josŏn-gŭl
평양성
Hanja
平壤城
Alih AksaraPyeongyangseong
McCune–ReischauerP'yŏngyangsŏng
Alternative name
Josŏn-gŭl
장안성
Hanja
長安城
Alih AksaraJanganseong
McCune–ReischauerChangansŏng

Kastil Pyongyang adalah salah satu Harta Karun Nasional Korea Utara.

Kastil ini diserang oleh Geunchogo dari Baekje pada 375.[1] Pada tahun 427, Jangsu dari Goguryeo memindahkan ibukota Goguryeo dari Benteng Gungnae (saat ini di Ji'an di Perbatasan Tiongkok-Korea Utara) ke Kastil Pyongyang,[a][5][6] wilayah yang lebih cocok untuk tumbuh menjadi ibu kota metropolitan yang sedang berkembang,[7] yang membawa Goguryeo mencapai tingkat kemakmuran budaya dan ekonomi yang tinggi.[8]

Lihat pula

Catatan

  1. Pada tahun 427 ibu kota dipindahkan ke Pyongyang, namun lokasi ibu kota berpindah sedikit ke timur dari Istana Anhak di Pyongyang ke lokasi kastil pyongyang saat ini pada tahun 586 setelah perencanaan yang matang mengenai pembangunan kastil baru. kastil pyongyang(sebuah proyek yang diselenggarakan oleh kagun) yang dikenal sebagai Janganseong sejak tahun 522.[2][3][4]

Referensi

  1. Kim Taek-Gyun (2000). "The relationship between Shilla and Wae from the late 4th centry[sic] to the early 5th centry[sic]". Studies in Humanities (dalam bahasa Korea and Inggris). 8. Institute of Humanities at Kwangwon National University: 307–335. Diakses tanggal 24 April 2014.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "장안성".
  3. "안학궁".
  4. "가군".
  5. ICOMOS; Kim, Lena (2010). Koguryo Tomb Murals: World Cultural Heritage. Giljabi Media. hlm. 99. Diakses tanggal 2 Februari 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Jeon, Hotae (2007). Koguryŏ = Koguryo, the origin of Korean power & pride. Seoul: Northeast Asia History Foundation. hlm. 25–27. ISBN 9788991448834.
  7. Lee, Ki-Baik (1984). A New History of Korea. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. hlm. 38–40. ISBN 067461576X. "This move from a region of narrow mountain valleys to a broad riverine plain indicates that the capital could no longer remain primarily a military encampment but had to be developed into a metropolitan center for the nation's political, economic, and social life."
  8. Kim, Jinwung (5 November 2012). A History of Korea: From "Land of the Morning Calm" to States in Conflict (dalam bahasa Inggris). Indiana University Press. hlm. 36. ISBN 978-0253000781. Diakses tanggal 15 Juli 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) "Because Pyongyang was located in the vast, fertile Taedong River basin and had been the center of advanced culture of Old Chosŏn and Nangnang, this move led Koguryŏ to attain a high level of economic and cultural prosperity."

39°01′25″N 125°45′25″E / 39.0235°N 125.7570°E / 39.0235; 125.7570

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan