Sabtu, 03 Oktober 2026
19:18 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Karwandy Kwee

Bagikan:
Karwandy
Lahir
Kwee Tjoa Kwang (郭蔡广[1] / 郭照光[2])

(1912-07-07)7 Juli 1912
Meninggal1980[3]
PekerjaanGuru
Penyokong pergerakan kemerdekaan Indonesia

Karwandy atau Kwee Tjoa Kwang (07 Juli 1912-1980) adalah seorang guru sekolah Tionghoa kelahiran Bagansiapiapi, yang pada zaman revolusi kemerdekaan Indonesia bergabung dengan Laskar Rakyat di Batalion I, Resimen II, Divisi II di Jambi dengan pangkat Letnan II.[2] Dia bertugas menghimbau orang-orang Tionghoa di Jambi untuk menyokong kemerdekaan Indonesia dan memasukkan senjata untuk Laskar Rakyat dari Malaysia dan Singapura.

Pada tahun 1948, Karwandy menyelamatkan diri ke Singapura untuk menghindari penangkapan oleh otoritas Belanda namun tetap memasok senjata untuk Laskar Rakyat di Jambi.

Pada tahun 1950, Karwandy kembali ke tanah air. Dia pensiun sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia dengan pangkat Letnan I. Karwandy juga dianugerahi Bintang Jasa oleh pemerintah Indonesia.[1]

Referensi

  1. 1 2 Leo Suryadinata (2015). Prominent Indonesian Chinese - Biographical Sketches 4th Edition. Yusof Ishak Institute. hlm. 90. Diakses tanggal 10 Desember 2016.
  2. 1 2 Drs. Sam Setyautama (15 Agustus 2008). Tokoh-tokoh etnis Tionghoa di Indonesia. hlm. 153. Diakses tanggal 10 Desember 2016.
  3. ↑ "Veteran Tionghoa : Dari Angkat Bedil, Jadi Koki hingga Buka Warung Kopi". Detik News. 25 Februari 2014. Diakses tanggal 10 Desember 2016.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan