Karoline Leavitt | |
|---|---|
Potret resmi, 2025 | |
| Sekretaris Pers Gedung Putihke-36 | |
| Mulai menjabat 20 Januari 2025 | |
| Presiden | Donald Trump |
| Pendahulu | Karine Jean-Pierre |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 24 Agustus 1997 (umur 29) Atkinson, New Hampshire, Amerika Serikat |
| Partai politik | Partai Republik |
| Suami/istri | Nicholas Riccio (m. 2025) |
| Anak | 1 |
| Pendidikan | Saint Anselm College (Sarjana) |
Leavitt berpidato tentang Laken Riley Act. Direkam 31 Januari 2025 | |
Karoline Leavitt (lahir 24 Agustus 1997) adalah seorang jurubicara politik Amerika Serikat yang sejak 2025 menjabat sebagai sekretaris pers Gedung Putih ke-36. Sebagai anggota Partai Republik, ia merupakan kandidat partai tersebut dalam pemilu 2022 untuk dapil I New Hampshire.
Leavitt belajar politik dan komunikasi di Saint Anselm College, lulus pada 2019. Ia pernah magang di Kantor Korespondensi Kepresidenan Gedung Putih dan kemudian menjabat sebagai direktur madya di kantor tersebut. Pada bulan Juni 2020, Leavitt menjadi asisten sekretaris pers Gedung Putih. Setelah kekalahan Donald Trump dalam pemilihan presiden tahun 2020, ia menjabat sebagai direktur komunikasi bagi anggota Kongres asal New York, Elise Stefanik.
Pada bulan Juli 2021, Leavitt mengumumkan pencalonannya untuk kursi Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mewakili daerah pemilihan kongres pertama New Hampshire. Ia memosisikan dirinya sebagai kandidat yang pro-Trump. Leavitt memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Republik, namun kalah dari petahana Partai Demokrat, Chris Pappas. Ia pernah menjabat sebagai juru bicara MAGA Inc.—sebuah *super PAC* pendukung Trump—dan kemudian menjadi sekretaris pers untuk kampanye pemilihan presiden Trump tahun 2024.
Pada November 2024, Presiden-terpilih saat itu Trump mengangkat Leavitt menjadi sekretaris pers Gedung Putih. Ia adalah orang termuda yang memegang jabatan tersebut dalam sejarah AS. Pada bulan Agustus 2026, Trump mengumumkan bahwa Leavitt akan mengundurkan diri sebagai sekretaris pers Gedung Putih.
Kehidupan awal
Karoline Leavitt lahir pada 24 Agustus 1997, di Atkinson, New Hampshire.[1] Ia merupakan anak ketiga dan bungsu[1] dari pasangan Bob dan Erin Leavitt.[2] Keluarganya memiliki sebuah gerai es krim di Atkinson dan ayahnya memiliki usaha diler truk di Plaistow.[3] Leavitt masuk Central Catholic High School, sebuah sekolah Katolik swasta di Lawrence, Massachusetts.
Gaya komunikasi
Leavitt menerapkan gaya komunikasi yang konfrontatif. Saat menanggapi pertanyaan dari seorang jurnalis *The Hill* mengenai tewasnya Renée Good—di mana jurnalis tersebut menyebut bahwa agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) yang menewaskan Good bertindak secara "sembrono" dan "membunuhnya tanpa alasan yang dapat dibenarkan"—Leavitt menyebut wartawan itu "bias" dan sebagai "jurnalis partisan sayap kiri". Ari Fleischer, mantan sekretaris pers Presiden George W. Bush, menyebut pendekatannya yang mencerminkan gaya Trump sebagai alasan mengapa ia tetap menjabat, berbeda dengan pemberhentian mendadak terhadap sekretaris-sekretaris pers Trump sebelumnya. Kayleigh McEnany, yang menjadi mentor Leavitt, mengatakan kepada *USA Today* bahwa pendekatan Leavitt bertujuan menghadirkan "akuntabilitas berbasis bukti".
Pandangan politik
Kampanye Leavitt untuk daerah pemilihan kongres pertama New Hampshire berfokus pada penurunan pajak dan pengurangan regulasi demi mendukung usaha kecil, menentang teori ras kritis (*critical race theory*) di sekolah negeri serta indoktrinasi pendidikan, mendukung kebebasan memilih sekolah (*school choice*), memperketat persyaratan identitas pemilih, dan mendanai kepolisian. Ia juga mendukung kebijakan imigrasi Trump dan menentang kewajiban vaksinasi. Leavitt mendukung pencabutan Pasal 230 dari *Communications Decency Act* tahun 1996, yang memberikan kekebalan hukum bagi penyedia layanan atas konten pihak ketiga yang dibuat oleh pengguna.
Leavitt pernah menyatakan keyakinannya bahwa Trump adalah pemenang sah pemilihan presiden tahun 2020 dan bahwa "ketidakberesan serta kekacauan" terjadi akibat langkah-langkah pencegahan pandemi COVID-19, namun ia mengakui bahwa Joe Biden telah disahkan dalam penghitungan suara *Electoral College*. Menurut *The Washington Post* pada Maret 2025, Leavitt secara pribadi meyakini bahwa Trump kalah dalam pemilihan tersebut. Leavitt mengecam serangan terhadap Gedung Capitol pada 6 Januari, namun menyatakan tidak percaya bahwa Trump menghasut serangan itu.[48] Cuitan yang ia unggah setelah serangan tersebut memuji Wakil Presiden Mike Pence—yang menolak mengesahkan daftar pemilih elektoral palsu yang diajukan Trump—serta Eugene Goodman, seorang petugas Kepolisian Capitol yang mengarahkan para perusuh menjauh dari ruang Senat. Kedua cuitan tersebut kemudian dihapus.
Referensi
- 1 2 Sexton, Adam (Agustus 9, 2022). "Karoline Leavitt, R, 2022 candidate for 1st Congressional District seat in New Hampshire". WMUR. Diakses tanggal April 18, 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Kile, Meredith (November 19, 2025). "Karoline Leavitt Admits Her Family Had a Hard Time Accepting 32-Year Age Gap with Husband Nicholas Riccio". People. Diakses tanggal Februari 1, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ DiStaso, John (Juli 22, 2021). "Leavitt says Dems 'abandoned' her family's business despite COVID relief loans". WMUR. Diakses tanggal April 18, 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
- Karoline Leavitt di X
- Kemunculan di C-SPAN
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Karine Jean-Pierre |
Sekretaris Pers Gedung Putih 2025–kini |
Petahana |
Artikel bertopik biografi Amerika Serikat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |