Selasa, 03 November 2026
08:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Karang hitam

Karang hitam

Bagikan:
Karang hitam
Black coral colony
Koloni karang hitam
CITES Apendiks II (CITES)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Cnidaria
Kelas: Hexacorallia
Ordo: Antipatharia
Milne-Edwards & Haime, 1857
Famili
Artikel takson sembarang

Antipatharia, dikenal sebagai karang hitam (black corals), adalah ordo dari hewan laut pemilik kerangka keras yang termasuk dalam kelas Anthozoa, filum Cnidaria. Meskipun disebut "karang", kelompok ini bukan karang pembentuk terumbu (hermatipik), dan umumnya ditemukan di perairan laut dalam atau lingkungan dengan pencahayaan rendah.[1]

Ciri-ciri

250px-Antipatharia_-_black-coral-view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karang hitam, ordo Antipatharia, di Koh Phangan, Thailand.

Karang hitam memiliki rangka yang keras berwarna coklat tua hingga hitam, yang terdiri dari protein kompleks serupa kitin. Koloni mereka berbentuk semak, kipas, atau spiral, tergantung pada spesiesnya. Polip-polipnya kecil dan memiliki enam tentakel tidak bercabang. Tidak seperti karang batu (Scleractinia), karang hitam tidak memiliki simbiosis dengan alga zooxanthellae, sehingga tidak bergantung pada cahaya matahari untuk hidup.

Habitat dan distribusi

Sebagian besar spesies karang hitam hidup di laut dalam pada kedalaman antara 20 hingga 8.000 meter, tetapi ada juga yang ditemukan di perairan dangkal tropis. Mereka tumbuh di substrat keras seperti lereng benua, punggungan laut, dan gua bawah laut. Distribusi mereka bersifat kosmopolitan, mulai dari perairan tropis hingga kutub.[2]

Klasifikasi

Ordo karang hitam mencakup beberapa famili berikut:

  • Aphanipathidae
  • Antipathidae
  • Cladopathidae
  • Myriopathidae
  • Schizopathidae
  • Stylopathidae

Manfaat dan konservasi

Karena bentuknya yang indah dan warnanya yang gelap mengkilap, kerangka karang hitam telah digunakan dalam perhiasan, terutama di Laut Tengah dan Asia Tenggara. Namun, praktik ini menimbulkan kekhawatiran konservasi karena pertumbuhan mereka sangat lambat.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Cairns, Stephen D. (2007). "Deep-Water Corals: An Overview with Special Reference to Diversity and Distribution of Deep-Water Scleractinian Corals". Bulletin of Marine Science. 81 (3): 311–322.
  2. ↑ Opresko, D. M. (2006). "Revision of the Antipatharia (Cnidaria: Anthozoa). Part I. Establishment of a new family, Aphanipathidae". Zootaxa. 1373: 1–36.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan