Jumat, 30 Oktober 2026
12:28 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kapal patroli Chiyodagata

Kapal patroli Chiyodagata

Bagikan:
Kapal patroli Chiyoda
Sejarah
Jepang
Nama Chiyoda[1]
Pembangun Ishikawajima
Pasang lunas 7 Mei 1861
Diluncurkan 2 Juli 1863[1]
Diperoleh Aslinya Mei 1868[1]
Dipensiunkan 28 Januari 1888
Tidak beroperasi Stricken Juni 1869
Nasib Scrapped 1911 atau setelahnya[1]
Ciri-ciri umum
Berat benaman 140 ton panjang (142 t)
Panjang 297 m (974 ft 5 in) p/p
313 m (1.026 ft 11 in) w/l
Lebar 48 m (157 ft 6 in)
Daya muat 2 m (6 ft 7 in)
Pendorong Coal-fired reciprocating steam engine, 60 hp (45 kW)
1 shaft
Kecepatan 5 knot (5,8 mph; 9,3 km/h)
Awak kapal 35
Senjata • 1 × 150 mm (6 in) gun
• 2 × alat tembak kecil

Chiyoda[1] (千代田形, Chiyodagata) adalah sebuah kapal patroli dari Angkatan Laut Tokugawa, dan kapal perang steam yang dibuat domestik pertama di Jepang (kapal steam pertama Jepang adalah Unkōmaru (雲行丸) yang dibuat di Satsuma pada 1855). Kapal tersebut merupakan kapal patroli kayu kelas ke-3[1] dan direncanakan untuk dibuat pada 7 Mei 1861, dan mulai dikerjakan pada 2 Juli 1863 oleh pembangun kapal, dan raksasa industri pada masa depan, Ishikawajima.

Diselesaikan pada Mei 1866,[1] kapal tersebut terlibat dalam konflik Perang Boshin dengan para loyalis Bakufu, melawan Angkatan Darat Kekaisaran yang baru dibentuk. Kapal tersebut direbut saat Pertempuran Angkatan Laut Teluk Hakodate. Pada Mei 1868, kapal tersebut dirombak oleh pemerintah Jepang, kemudian direbut oleh para pemberontak pada 4 Oktober 1868. Direbut kembali oleh pemerintah Jepang, kapal tersebut akhirnya digunakan oleh angkatan laut pada Juni 1869.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Jentschura, Hansgeorg; Dieter Jung, Peter Mickel (1977). Warshps of the Imperial Japanese Navy, 1869-1945. Annapolis, Maryland: United States Naval Institute. hlm. 113. ISBN 0-87021-893-X.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan